Archive for the ‘Health’ Category

TETAP FIT SELAMA PUASA

Marhaban ya Ramadhan, kaum muslimin di segenap penjuru dunia telah memasuki bulan kemuliaan yakni bulan Ramadhan. Pada bulan ini kaum muslimin yang telah akil baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah yang isimewa yaitu ibadah puasa .

Puasa atau shiyam secara syar’i bermakna menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai Maghrib. Selama berpuasa tidak ada asupan makanan dan minuman sehingga adalah hal yang wajar jika kadang muncul rasa lemas dan merasa lapar.

Rasa lapar selama puasa tentu tidak dapat dihilangkan sama sekali dan bahkan ada hikmah yang terkandung di balik ‘rasa lapar’ tersebut yaitu menumbuhkan rasa empati, memupuk rasa peduli terhadap orang miskin yang laparnya hampir sepanjang waktu. Namun kita tentu menginginkan bahwa ibadah puasa tidak menghambat kita dalam beraktivitas dan tetap bersemangat. Untuk itu, kita perlu mengetahui beberapa kiat berikut ini.

Yang pertama, kesungguhan niat untuk berpuasa. Kualitas pekerjaan seseorang sangat ditentukan oleh kualitas niatnya. Begitu juga dengan berpuasa. Kita diminta untuk memasang niat sebelum berpuasa yang akan melahirkan sebuah dorongan kuat untuk melaksanakan puasa dalam arti yang utuh, yaitu bukan sekedar mengendalikan lapar dan haus sejak fajar hingga matahari terbenam, namun juga mengendalikan seluruh anggota diri kita dan hati kita untuk patuh kepada-Nya. Dari sini kita beranjak bahwa setiap aktifitas kita di dunia ini tidak boleh terlepas dari pemahaman kita akan mengharapkan keridhaan-Nya.

Kualitas niat merupakan ketetapan dan kesungguhan hati untuk melaksanakan sesuatu disandarkan pada Allah swt semata. Secara medis, niat merupakan bagian fungsi luhur yang akan memengaruhi kerja otak. Otaklah yang mengendalikan semua perangkat kerja di dalam tubuh. Niat yang berkualitas akan menghantarkan kita menggapai hikmah puasa seperti yang disebutkan dalam Al-Quran agar kaum mukminin tersebut dapat menjadi orang-orang yang bertaqwa (Q.S Al-Baqarah: 183); puasa itu sangat baik bagi kaum mukminin, jika dipelajari (Q.S Al-Baqarah: 184); agar kaum mukmin tersebut menjadi orang-orang yang bersyukur (Q.S. Al-Baqarah: 185); agar kaum mukminin tersebut menjadi kaum yang selalu berjalan di jalan yang lurus (Q.S Al Baqarah: 186); dan agar kaum mukminin tersebut menjadi kaum yang selalu terpelihara (dari berbuat kejahatan) (Al-Baqarah: 187).

Yang kedua, agar tetap bersemangat dalam beraktifitas saat puasa diperlukan pengetahuan tentang pengaturan makanan selama bulan ramadhan dan pengelolaan aktifitas selama berpuasa yang membantu kita tetap berdaya (fit). Yang membuat tubuh tetap fit adalah energi yang berasal dari makanan yang kita makan. Salah satu sumber energi yang efisien bagi tubuh adalah gula atau glukosa yang terdapat dalam darah. Setelah makan, bahan bakar yang kita konsumsi akan segera diolah di dalam sel untuk memenuhi kebutuhan energi. Oleh karena itu, jika gula darah rendah kita jadi lemas.

Satu jam setelah makan sahur kadar gula darah memuncak, kemudian menurun seiring dengan pengolahan gula menjadi bentuk simpanan bahan bakar (glikogen) oleh jaringan di hati. Dua jam kemudian, kadar kembali ke rentang puasa (antara 80 sampai 100 mg/dL). Pada saat ini, suplai energi diambil alih oleh hati dengan memecah glikogen hati menjadi gula. Ternyata glikogen hati dapat menjadi sumber gula darah untuk kebutuhan otak selama 12 jam sampai 16 jam. Dengan demikian, puasa Ramadhan yang hanya sekitar 14 jam tidaklah mengganggu kesehatan.

Sumber utama glukosa darah berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, gandum,singkong, jagung. Meskipun lemak dan protein dapat diubah menjadi energi akan tetapi energi jangka pendek yang terbaik berasal dari karbohidrat.

Dalam perencanaan makanan, jumlah asupan kalori sehari selama bulan puasa kira-kira sama dengan jumlah asupan kalori sehari-hari. Perlu diperhatikan, dari 2.500 Kalori yang kita butuhkan sehari 65 persen energi sebaiknya berasal dari karbohidrat. Sisanya, berasal dari lemak (30 persen) dan protein (15 persen).

Pembagian porsi makan yang dianjurkan adalah 40 persen dikonsumsi waktu makan sahur, 50 persen waktu berbuka, dan 10 persen malam sebelum tidur (sesudah shalat tarawih). Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walaupun menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak,vitamin, dan mineral.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kita tinggal di wilayah tropis, disadari maupun tidak disadari tubuh kita cenderung lebih banyak kehilangan cairan. Kecukupan cairan perlu dipenuhi dengan minum tidak kurang dari 1500 ml (7-8 gelas) sehari, terdiri dari 2-3 gelas waktu sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur.

Makan sahur sebaiknya dilambatkan sebagaimana yang juga disunnahkan oleh Rasulullah. Pada saat ini, sangat dianjurkan menyediakan makanan yang mengandung serat sebab mampu memperlambat pengosongan lambung dan memperlambat penyerapan glukosa oleh usus.

Kita juga dapat melakukan aktifitas fisik sehari-hari dengan wajar. Jika ingin berolahraga maka dapat saja dilakukan dengan memperhatikan waktu, jenis, dan intensitasnya. Alternatif waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah jangan dilakukan menjelang waktu berbuka, dengan asumsi bahwa persediaan energi sudah mulai berkurang. Saat yang tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah seusai shalat Tarawih.

Seperti diketahui bahwa kelebihan kalori dari makanan yang dikonsumsi akan disimpan, terutama sebagai lemak dalam jaringan lemak. Pada minggu-minggu pertama puasa asupan kalori biasanya menurun, sehingga banyak orang yang berhasil menurunkan berat badannya. Akan tetapi, perlu disadari bahwa asupan kalori kemudian meningkat secara bertahap bahkan satu minggu setelah hari raya lebaran. Itulah sebabnya sangat baik untuk menjaga agar ibadah ramadhan terpelihara dengan puasa sunah selanjutnya, misalnya dengan puasa syawal. Dengan niat yang baik diikuti pengelolaan asupan gizi yang baik pula Insyaallah kita akan bersemangat menjalankan ibadah nan agung ini. Selamat berpuasa.

Advertisements

MENKES DUKUNG FATWA MUI TENTANG ROKOK

Meski fatwa haram merokok mendapat kecaman, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat fatwa itu. Sebab, selama ini rokok lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Menkes menambahkan, selama ini rokok bisa mengganggu kesehatan tubuh manusia. Bahkan, dalam semua bungkus rokok tercantum peringatan tentang bahaya merokok. Antara lain merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Jadi jelas, merokok sangat merugikan kesehatan.

Terkait dampat akibat fatwa haram rokok yang bisa merugikan petani tembakau dan cengkeh, Fadilah mengatakan hal tersebut bukan kewenangannya. Dia hanya menegaskan rokok sangat merugikan kesehatan.

IDI JUGA DUKUNG FATWA MUI
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fahmi Idris, menyatakan dukungannya terhadap usulan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang fatwa diharamkannya rokok.

Fahmi mengaku, sudah sejak lama IDI melakukan upaya-upaya untuk kampanye anti rokok ini. Termasuk usulannya kepada MUI terkait fatwa itu. Langkah-langkah kongkrit yang dilakukan, sambung Fahmi, antara lain menginisiasi Komisi Nasional (komnas) anti rokok.

Source

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA 2008

Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Untuk tahun ini, temanya adalah Tobacco-Free Youth. Secara global, sebagian besar orang mulai merokok sebelum usia 18 tahun, sekitar seperempatnya mulai sebelum usia 10 tahun. Selanjutnya, sebagian besar mereka akan menjadi pemakai tembakau yang reguler, dan hanya sedikit yang berhasil keluar dari kebiasaan tersebut.

Tembakau dalam bentuk produk apapun berbahaya. Entah itu rokok, rokok pipa, kretek, rokok beraroma cengkeh, rokok tanpa asap, cerutu, semuanya berbahaya. Bahaya tembakau atau rokok sudah tak terbantahkan lagi. Dalam kepulan asap rokok terkandung sekitar 4000 racun kimia berbahaya, dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik yaitu merangsang tumbuhnya kanker. Selain itu, asap rokok meningkatkan risiko wanita hamil melahirkan bayi berat badan lahir rendah, kematian bayi dalam kandungan, dan adanya komplikasi pada saat melahirkan. Pada anak-anak, paparan asap rokok meningkatkan kecenderungan terjadinya gangguan saluran napas dan menurunkan fungsi paru (bernafas). Rokok juga merupakan pintu masuk pergaulan bebas dan narkotika.

Ada hubungan yang sangat kuat antara iklan rokok dengan kebiasaan merokok anak muda. Secara sistematis, industri rokok mengajak jutaan anak untuk sejak dini mulai gemar merokok. Iklan-iklan rokok di mana-mana, seolah tidak ada lagi ruang kosong yang ramah anak dan bebas dari dominasi iklan rokok. Mulai dari billboard, spanduk, umbul-umbul, iklan di media cetak ataupun elektronik, kaset atau film sampai ke seminar-seminar pendidikan pun tak luput dari promosi rokok. Materi iklan rokok pun menunjukkan segmentasi pasar yang dibidik. Bahwa merokok adalah baik. Merokok identik dengan nikmat, berani, macho, trendi, kebersamaan, santai, optimistis, penuh petualangan, kreatif, dan segudang istilah lain lagi yang membanggakan. Tampaknya, seluruh kegiatan pemasaran industri rokok merupakan rangkaian sistematis yang bertujuan menjerat remaja menjadi perokok pemula.

Keadaan semakin mengkhawatirkan dengan meningkatnya jumlah perokok anak 5 – 10 tahun. Pada periode 1995 – 2001 jumlah perokok kelompok umur ini berkisar 0,4 – 0,6%, namun pada periode tiga tahun berikutnya, 2001 – 2004, meningkat drastis hampir 4 kali lipat yaitu 1,8%. Pada 2007, jumlah keluarga miskin (gakin) di Indonesia,sebesar 19 juta jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2/3 laki-laki gakin merokok, sehingga 12 juta kepala keluarga gakin adalah perokok Belanja rokok orang miskin 23 triliun/tahun, sementara APBN untuk DEPKES hanya 17 triliun. Sedangkan belanja makanan pokok anjlog dari 28% menjadi 19%. Jangan heran, mengapa banyak ditemukan busung lapar di tengah keluarga miskin, karena alokasi makanan pokok dialihkan untuk membeli rokok. Rokok, bagi keluarga miskin justru memiskinkan orang miskin.

Saat ini, Indonesia sebagai satu-satunya Negara di Asia Tenggara bahkan Asia Pasifik yang belum menandatangai FCTC, padahal sejak awal (selama kurun waktu 2000-2003) Indonesia termasuk negara yang membidani dan menjadi kontributor yang aktif bagi lahirnya dokumen tersebut. Dalam pertemuan-pertemuan Intergovermental Negotiating Body (INB) delegasi Indonesia selalu hadir dengan timnya yang kuat dalam 6 kali pertemuan INB tersebut; namun pada detik terakhir, delegasi Indonesia tidak jadi diberangkatkan untuk menandatangi dokumen tersebut. Alasan yang dikemukakan oleh pemerintah pada waktu itu adalah alasan klasik seperti: tingginya tingkat konsumsi rokok kita, Indonesia termasuk dari lima Negara produsen tembakau terbesar di dunia, cukai dari rokok mencapai 50 trilyun rupiah, dan Indonesia memiliki 2000 perusahaan indsutri rokok dengan jumlah pekerjanya mencapai ratusan ribu orang. Sehingga perdebatannya justru didikotomikan antara para petani tembakau dan kesehatan masyarakat. Padahal secara faktual, para petani dan buruh pabrik rokok juga adalah korban dari penghisapan keuntungan industri rokok kita dan internasional. Social cost yang diderita anak-anak, remaja, pemuda, kaum perempuan dan warga miskin sangat besar. Belum lagi maraknya kasus narkoba saat ini justru pintu masuknya dari kebiasaan merokok yang akut karena cirri dan modus operandinya adalah sama yaitu adiksi.

FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) atau Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Masalah Tembakau adalah suatu perjanjian internasional yang diadopsi oleh 192 negara anggota World Health Assembly (WHA), badan tertinggi PBB yang mengatur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setelah 40 negara mensahkan FCTC melalui proses domestik mereka, dan sampai saat ini 168 negara telah meratifikasi FCTC. Maka, FCTC akan berlaku dan mempunyai kekuatan mengikat sebagai hukum internasional. FCTC, adalah perjanjian kesehatan global dan perjanjian pertanggung-jawaban industri tembakau pertama yang akan menyelamatkan berjuta-juta jiwa dan merubah cara industri tembakau beroperasi secara serentak. FCTC, selain mengatur soal larangan merokok di tempat umum, setiap Pemerintah bahkan “dibimbing” untuk menanggulangi dampak tembakau secara elegan, dan komprehensif. Misalnya, menaikan cukai rokok, larangan iklan di media massa dan promosi dan larangan penyeludpan (smuggling). Selain melindungi masyarakat dari kerusakan kesehatan, sosial, dan lingkungan, FCTC juga bertujuan melindungi masyarakat dari konsekuensi ekonomi akibat konsumsi tembakau serta paparan terhadap asap tembakau.

Source:1, 2, dan 3.

MEKANISME BARU PENGIRIMAN SAMPEL VIRUS DIDUKUNG NEGARA NONBLOK

Sebanyak 112 negara anggota gerakan non blok (GNB) mendukung usulan Indonesia untuk mengubah mekanisme baru pengiriman sampel virus dan paket pembagian manfaat yang diperoleh dari penggunaan contoh virus tersebut. Hal ini disebabkan mekanisme yang selama ini berjalan dinilai merugikan negara-negara anggota GNB yang sebagian besar merupakan negara berkembang.

Hal tersebut disampaikan Menkes RI setelah menghadiri Sidang World Health Assembly ke-61 yang diselenggarakan di Jenewa pada 19-24 Mei 2008. Perjuangan Indonesia untuk menegakkan keadilan, ketransparanan, dan kesetaraan dalam virus sharing dan benefit sharing bagi negara-negara sedang berkembang saat ini telah menjadi isu dunia di WHA. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan ketidaksetujuan atas pandangan salah satu negara maju bahwa Sistem Jaringan Kerja Surveilans Influenza Global (GISN) yang sudah eksis selama 60 tahun telah berhasil dan terus dipertahankan. GISN tadinya telah menjadi simbol kehebatan suatu sistem dunia, ternyata malah menciptakan ketidakadilan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang, kata Siti Fadilah.

GISN dinilai justru telah gagal memenuhi kesiapan global menghadapi ancaman pandemi manakala kemampuan produksi vaksin global hanya mencukupi lima persen penduduk dunia. Sementara itu, negara-negara berkembang tidak memperoleh akses dan alih teknologi untuk membuat vaksin. Pada sidang tersebut, upaya Indonesia membangun mekanisme virus sharing dan benefits sharing yang adil, transparan dan setara juga mendapat dukungan politik yang kuat dari negara-negara anggota GNB. Pada pertemuan Menkes GNB ke-1 yang diselenggarakan pada 21 Mei lalu, para menkes GNB sepakat mendukung deklarasi yang diajukan Indonesia berjudul Responsible Virus Sharing and Benefits Sharing.

Deklarasi itu akan dibahas lebih lanjut pada Pertemuan Perwakilan Tetap GNB di Jenewa pada 30 Juni 2008 mendatang sebagai posisi dan sikap bersama negara-negara anggota GNB menghadapi Pertemuan Lanjutan Antar Negara mengenai Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza pada November nanti. Para menkes GNB juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam penanggulangan penyakit di negara-negara berkembang dan mengantisipasi perpindahan tenaga-tenaga medis ke negara-negara maju.

Selama ini belum pernah ada gerakan non blok dalam WHA. Jadi, baru sekali ini sebanyak 112 negara anggota GNB dari 193 negara menyatakan dukungannya terhadap pembentukan mekanisme baru virus sharing dan benefits sharing. Gerakan Non Blok yang digagas oleh mantan Presiden RI pertama Soekarno itu diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar negara-negara berkembang di hadapan negara-negara maju.

Source.

MESIR MERUPAKAN ASAL PENGOBATAN

Para peneliti mempelajari dokumen berumur 3.500 tahun lalu dan mereka mengatakan telah menemukan bukti bahwa asal usul pengobatan berasal dari Mesir kuno, bukan dari Hippocrates dan Yunani.

Team peneliti dari KNH Centre for Biomedical Egyptology dari the University of Manchester menemukan bukti dalam papirus medis yang ditulis tahun 1.500 sebelum masehi, 1.000 sebelum Hippocrates dilahirkan.

Dr. Jackie Campbell mengatakan, “Sekolah klasik selalu mengajarkan bahwa Yunani kuno, khususnya Hippocrates, sebagai bapak pengobatan, tapi temuan kami menjelaskan bahwa Mesir kuno telah mempraktekkan kegiatan farmasi dan kedokteran lebih dahulu. Ketika kami membandingkan pengobatan kuno dengan protokol dan standar farmasi modern, kami menemukan resep-resep dalam dokumen kuno tidak hanya sebanding dengan sediaan-sediaan farmasi sekarang, tapi sejumlah pengobatan yang bermanfaat”.

Dokumen medis yang ditemukan pertama kali pertengahan abad ke-19, menunjukkan bahwa dokter Mesir kuno menangani luka dengan madu, resin dan logam yang dikenal bersifat antimikroba.

Team juga menemukan resep untuk pencahar dari minyak jarak dan colocynth dan ruahan laksatif dari daun ara dan kulit padi. Referensi lain menunjukkan bahwa kolik ditangani dengan hyocyamus, yang digunakan sampai hari ini, serta cumin dan koriander digunakan sebagai karminatif usus.

Bukti lebih lanjut menunjukkan adanya gangguan otot-tulang ditangani dengan rubefacients untuk menstimulasi aliran darah dan tuam/tapal untuk menghangatkan dan menenangkan. Mereka menggunakan saledri dan kunyit untuk reumatik, yang saat ini menjadi topik penelitian farmasi dan pomegranat digunakan untuk menghilangkan cacing pita, suatu pengobatan yang masih digunakan secara klinis sampai 50 tahun lalu.

Dr. Campbell mengatakan, “Sejumlah bahan-bahan kuno ditemukan masih bertahan sampai abad ke-20 dan masih digunakan sampai hari ini, bahkan komponen aktif diproduksi secara sintetik sekarang. Bahan lain seperti akasia masih digunakan sebagai obat batuk sedangkan lidah buaya digunakan untuk menenangkan dan menyembuhkan gangguan kulit”.

Peneliti pendamping, Dr. Ryan Metcalfe saat ini mengembangkan teknik genetika untuk menyelidiki tanaman obat dari Mesir kuno. Dia merancang penelitiannya untuk menentukan apakah spesies modern dari contoh tanaman kuno kebanyakan berkaitan. Dr. Metcalfe mengatakan, “Hal ini membuat kami dapat menentukan asal usul tanaman sehingga menghasilkan tambahan bukti bagi jalur perdagangan, pembudidayaan, pusat perdagangan atau tempat-tempat terapi. Kerja ini tak memungkinkan untuk keluar dari hubungan dengan analisis kimia yang digunakan oleh kolega saya Judith Seath, seorang spesialis minyak-minyak esensial dan resin yang digunakan oleh bangsa Mesir kuno”.

Profesor Rosalie David, Direktur KNH Centre mengatakan, “Hasil ini sangat bermakna dan menunjukkan bahwa bangsa Mesir kuno telah mempraktekkan bentuk kredibel farmasi jauh sebelum bangsa Yunani”.

Source.

ENERGY DRINK

Minuman energi (‘Energy Drink’) telah lama dikenal. Istilah ini sebenarnya tidak begitu tepat, karena hanya didasarkan pada komposisi minuman tersebut yang mengandung ‘kafein’ dan beberapa multivitamin lain. Tercatat beberapa merek beredar dalam berbagai kemasan mulai dari sachet, kalengan, sampai botolan. Meskipun mempunyai merek berbeda-beda, komposisi yang dikandungnya ternyata tidak (jauh) berbeda.

Taurin
Taurin dikenal juga sebagai asam 2-aminoetana sulfonat, awalnya diisolasi dari empedu sapi jantan pada tahun 1827. Saat ini taurin sudah dapat dibuat secara sintetis. Nah, yang terkandung dalam minuman energi ini sebagian besar merupakan taurin sintetis. Taurin seolah larutan ajaib yang melahirkan sejumlah efek dalam metabolisme yaitu sebagai penghambat neurotransmiter dan sebagai bagian dari pengemulsi asam empedu, asam kenodeoksikloat. Konjugasi taurin dengan asam empedu memberikan efek signifikan untuk melarutkan kolesterol dan juga meningkatkan ekskresinya. Taurin juga berhubungan dengan sejumlah fungsi lain (mekanisme terjadinya belum diketahui pasti), yaitu sebagai antioksidan melawan penuaan dan potensial untuk keseimbangan denyut jantung.

Akan tetapi, taurin sebenarnya tidak begitu diperlukan oleh tubuh karena tubuh kita mampu menyintesisnya dari asam amino metionin atau sistein, dan piridoksin. Pada saat perkembangan, taurin memang diperlukan. Itu sebabnya, taurin ada dalam jumlah banyak dalam susu murni. Secara alami, taurin ditemukan di telur, daging, dan ikan.

Glukuronolakton
Rumor di internet mengklaim bahan ini yang menyebabkan tumor otak. Sesungguhnya, ini tidak benar. Bahan ini dipercaya mampu melawan kelelahan dan meningkatkan kebugaran, tapi bukan lantas membuat Anda menjadi seekor banteng. Tampaknya, bahan ini lebih empuk menjadi rumor untuk mematikan pesaing pasar. Oleh karena itu, sebagian besar produsen mengambil jalan aman untuk tidak memasukkan dalam komposisi minuman energi.

Kafein
Hampir semua minuman energi mengandung 50 mg kafein. Sebagai perbandingan, 1 sendok kopi biasa dapat mengandung sekitar 75-100 mg kafein. Nah, disinilah ‘jualan’-nya minuman energi. Konsumsi kafein dalam jumlah normal diyakini mampu meningkatkan konsentrasi dan kecepatan reaksi panca indera, mempercepat daya pikir, mengurangi rasa lelah, memperbaiki status emosi, dan melipatgandakan proses metabolisme-mirip efek ‘saudara jauhnya’ kokain. Selain itu, kafein juga dapat dipergunakan sebagai pereda rasa nyeri (pain killer). Tidak jarang, dokter menyantumkannya dalam resep obat racikan.

Akan tetapi, konsumsi kafein harus hati-hati pada orang dengan gangguan lambung. Kafein dapat meningkatkan asam lambung. Kondisi ini akan memperparah dan memperlambat proses penyembuhan tukak lambung. Orang dengan hipertensi dan berpenyakit jantung juga sebaiknya menghindari minum kopi. Meskpun demikian, pengaruh kafein sangat tergantung kepada tingkat sensitifitas seseorang. Ada orang yang tidak tahan sama sekali terhadap kafein, sehingga setelah minum kopi jantung menjadi berdebar-debar. Tapi, ada juga orang yang dapat minum lebih dari 5 cangkir kopi sehari tanpa keluhan.

Glukosa
Kebanyakan minuman energi mengandung glukosa (dekstrosa). Secara alami glukosa terdapat dalam buah anggur, oleh karenanya sering disebut gula anggur. Glukosa merupakan karbohidrat yang mampu menghasilkan energi dari makanan. Nah, dalam konteks inilah istilah ‘energy drink’ menjadi lebih tepat. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori energi per gram. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.

Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi.

Selain glukosa, ada minuman energi yang mengandung madu (Mel depuratum). Madu sebenarnya merupakan hasil penggetahan gula sakarida yang dikumpulkan dalam indung madu oleh lebah. Madu terbentuk dengan cara inversi sukrosa yang dikumpulkan oleh lebah dari nektar bunga. Madu sebagian besar berisi campuran fruktosa dan glukosa. Adanya fruktosa ini yang menyebabkan madu lebih manis daripada gula sukrosa.

Inositol
Karbohidrat yang ditemukan pada daging binatang (oleh karenanya disebut disebut ‘gula daging’). Inositol terbukti menjadi obat ajaib yang secara signifikan mengurangi depresi, serangan panik, agorafobia, dan gangguan obsesif konvulsif. Itu mungkin yang membuatnya dianggap efektif sebagai pelawan kanker. Tapi efek tersebut hanya berguna dalam dosis yang besar. Alih-alih menjadi pemain dalam minuman energi (Anda perlu minum sebanyak 360 botol sehari untuk mendapatkan keuntungannya), inositol mungkin memerlukan sebuah minuman untuk dirinya sendiri.

Lisin
Lisin (lysine) merupakan asam amino penyusun protein yang dalam pelarut air bersifat basa, seperti juga histidin. Lisin tergolong esensial bagi manusia dan kebutuhan rata-rata per hari adalah 1- 1,5 g. Lisin menjadi kerangka bagi niasin (vitamin B1). Lisin juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.

Kolin
Meskipun bukan nutrien esensial bagi tubuh, kolin (choline) penting sebagai komposisi utama membran sel normal serta menjaga keutuhan membran sel dalam proses-proses biologi, seperti aliran informasi, komunikasi intrasel, dan bioenergi. Selain itu, kolin juga dapat membantu fungsi normal otak melalui pembentukan neurotransmiter asetilkolin, yaitu bentuk senyawa kolin yang sangat berperan pada fungsi otak.

Ada 3 bentuk kolin yaitu kolin bitartat, kolin sitrat, dan kolin klorida. Yang terkandung dalam minuman energi hanya kolin bitartat. Nah, bentuk kolin ini sebenarnya tidak efektif. Akan tetapi, kombinasi kolin dengan bahan yang lain seperti karnitin mampu meningkatkan kemampuan mengurangi lemak tubuh. Pada penelitian terhadap binatang, kombinasi kolin, karnitin, dan kafein mampu mengurangi lemak tubuh secara signifikan.

Vitamin B
Niasin (vitamin B3), berfungsi meningkatkan HDL (kolesterol ‘baik’) yang mencegah pembentukan trigliserida, menjadikannya sebagai obat kolesterol yang baik. Sayangnya, keuntungan ini seimbang dengan efek samping yang dapat menyerang kepala Anda (niacin flush).

Piridoksin (vitamin B6) berperan pada lebih dari 100 reaksi enzim dalam tubuh. Selain itu, vitamin B6 berhubungan dengan metabolisme asam amino dan protein. Vitamin B6 juga terlibat dalam produksi hemoglobin dan neurotransmitter seperti serotonin. Monosodium glutamat (MSG) yang terkandung dalam bumbu masak biasanya memerlukan vitamin ini dalam proses metabolismenya dalam tubuh.

Kobalamin (vitamin B12) disintesis hanya dalam mikroorganisme sehingga tidak terdapat dalam tanaman. Vegetarian akan rentan kekurangan vitamin ini. Di dalam minuman energi vitamin ini dalam bentuk sianokobalamin.

Natrium Sitrat
Selain dipergunakan sebagai bahan pengawet, natrium sitrat juga membantu mengubah glukosa menjadi asam laktat selama latihan, menghasilkan efek terukur pada penampilan atlet. Sekurang-kurangnya, dia mampu memotong waktu beberapa detik dalam sebuah lomba lari marathon.

Image is adapted from here.

VARISES TUNGKAI

Varises (varus=bengkok) merupakan pelebaran dan berkelok-keloknya sistem pembuluh darah balik (vena) disertai gangguan peredaran darah di dalamnya. Ada beberapa bagian tubuh di mana varises bisa muncul. Akan tetapi, saya tidak membahas varises yang terjadi pada lambung, dubur (wasir, hemoroid), atau pada testes laki-laki (varicocel). Tulisan ini hanya menyinggung varises yang terjadi pada tungkai. Konon, penyakit ini sudah dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri.

Varises tidak hanya sekedar menimbulkan pelebaran pembuluh vena tapi juga menyebabkan pembuluh vena menjadi berkelok-kelok. Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari tepi balik ke jantung. Terdapat 3 jenis vena pada tungkai dari arah luar ke dalam berturut-turut vena tepi, vena penghubung, dan vena dalam. Vena tepi terletak di bawah kulit dan secara samar-samar terlihat. Sementara itu, pembuluh vena yang lebih dalam terletak dalam bungkusan otot yang mampu memeras vena sampai kosong ke arah jantung. Vena tepi dan vena dalam dihubungkan oleh vena penghubung. Bagian terpenting pada sistem vena ini ialah klep atau katup satu arah yang mengarahkan aliran darah dari vena tepi ke vena dalam. Klep yang berfungsi akan terbuka untuk membiarkan darah mengalir, kemudian katup menutup kembali setelah darah melaluinya.

Pada pria varises tungkai jarang terjadi karena kondisi otot pria secara alami lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita berpeluang lima kali lebih besar karena adanya faktor kehamilan dan menopause. Ini dapat dipahami, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada pembuluh balik dalam panggul menyebabkan aliran vena dari tungkai akan terganggu. Pada menopause, terjadi penurunan hormon estrogen yang menimbulkan penurunan kekuatan tekanan otot kaki terhadap pembuluh vena.

Selain itu, faktor keturunan juga memegang peranan, biasanya varises di kalangan remaja terjadi karena anggota keluarga lain juga ada yang menderita penyakit tersebut. Penyebab varises ini tampaknya karena dinding pembuluh yang tipis atau tidak terbentuknya klep. Faktor lain adalah berat badan yang menyebabkan beban kaki lebih berat dan tekanan darah vena di tungkai meningkat. Juga, posisi berdiri lama menambah tekanan pada vena di tungkai, sehingga otot kaki harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan darah ke atas. Jadi, bagi Anda yang berprofesi sebagai guru atau dosen harus berhati-hati karena merupakan faktor predisposisi.

Pada kondisi yang ringan varises menimbulkan rasa nyeri, rasa berat, tegang, dan sering mengalami kram kaki terutama saat berdiri lama dan akan berkurang bila berbaring dengan tungkai ditinggikan. Apabila dibiarkan berlarut-larut dapat terjadi komplikasi mulai dari pembengkakan tungkai atau kaki, kelainan kulit, eksema, dan terbentuk koreng (tukak) di sekitar pergelangan kaki. Sekitar tukak, warna kulit menjadi lebih gelap dari sekitarnya (pigmentasi). Komplikasi yang paling berbahaya (walaupun ini sangat jarang) adalah terbentuknya endapan darah (emboli) yang dapat terbawa kemana-mana dan bisa menyumbat pembuluh pada organ lain seperti ginjal, hati, lambung. Apabila memasuki aliran darah di paru dapat menyebabkan kematian.

Bagi yang belum menderita varises dapat melakukan tindakan pencegahan (primer) sebagai berikut pertama, olahraga secara teratur dan makanan cukup bergizi dan bervitamin. Kedua, berat badan seimbang hendaknya dipertahankan, mengingat obesitas lebih mudah terkena varises karena beban tubuh yang berat. Ketiga, hendaknya juga tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi (hi heels). Pengenaan sepatu macam ini mengakibatkan beban kaki menjadi lebih berat dibandingkan dengan sepatu bertumit rendah. Keempat, hindari berdiri diam terlalu lama atau duduk lama sambil menyilangkan kaki, sebab aliran darah akan terhambat. Kelima, sedapat mungkin menghindari kaos kaki, pakaian, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Keenam, beri istirahat yang cukup pada kaki dan pemijatan sehabis bepergian supaya darah vena lancar. Juga, latihan menaikkan kaki secara teratur perlu dilakukan, untuk membantu vena agar tidak bekerja terlalu berat.

Bagi yang sudah menderita varises maka Anda dapat melakukan tindakan pencegahan (sekunder) supaya varises tidak bertambah buruk, atau bahkan bisa memperbaiki kondisi varises. Pertama, dianjurkan mengenakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi, yang bersama dengan kontraksi otot kaki akan mampu mencegah pelebaran dinding vena. Kedua, jangan sekali-kali merawat varises dengan air hangat atau mandi sauna. Panas akan semakin melebarkan vena sehingga semakin mengurangi tekanan aliran darah ke atas. Ketiga, hindari olahraga lari, loncat, dan senam aerobik high-impact karena akan menambah beban kaki. Olahraga yang dianjurkan adalah bersepeda, berenang, dan berjalan kaki. Senam tungkai dapat dilakukan setiap hari berguna untuk memperkuat otot-otot kaki sehingga akan membantu memompa darah naik ke jantung. Jangan lupa setiap latihan diakhiri dengan pendinginan dan peregangan.

Other sources from Vein Clinic and Intisari.

Image is adapted from here.

HI HEELS

Sepatu hak tinggi (high heels, hi heels) saat ini seolah sudah menjadi bagian dari passion kaum hawa. Padahal high heel dulu tidak hanya dipakai baik wanita tapi juga kaum pria untuk melindungi pakaian dari kotoran di jalanan. Prototipe high heel awalnya berasal dari Turki, dibuat pertama kali pada tahun tahun 1400. Awalnya disebut chopine yang beralas datar. Penggunaan chopine ini tergantung keperluan. Semakin tebal lumpur di jalanan maka semakin tinggi sol sepatu yang dipergunakan. Menurut sejarah, chopine mempunyai ketinggian dari 20 cm sampai 46 cm. Saat itu, chopine tidak berbeda antara kiri dan kanan.

Chopine terus mengalami modifikasi baik tinggi atau bentuk. Desainer Italia pada abad ke-16 berhasil memodifikasi chopine dengan meninggalkan bentuknya yang kaku, tapi tetap memberi kesan tinggi bagi pemakai. Sepatu dibuat menjadi dua bagian, yang lebih rendah di bagian depan serta tinggi di bagian tumit. Model sepatu inilah yang selanjutnya diadopsi kalangan industri.

Setelah revolusi industri kehadiran sepatu pump mematahkan arogansi high heel. Pump merupakan bentuk sepatu dengan hak yang sangat rendah (low heel). Akan tetapi, low heel hanya berusia sejenak, high heel kembali menarik perhatian pada pertengahan abad ke-18. Raja Louis XIV yang hanya mempunyai tinggi 1.6 m khusus dibuatkan high heel dengan tinggi 12.7 cm. Saat itu, high heel menjadi lambang kebangsawanan, kekuasaan, dan kekayaan seseorang.

Memasuki abad ke-19 sepatu mulai dibuat berpasangan, kiri dan kanan. Bagian tumit dibuat lebih tinggi sekitar 15 cm, dan menggunakan material kayu atau gabus. Kalangan industri menamakannya chaussures a port atau sepatu jembatan, sebab adanya arkus (lengkung) yang terbuka, atau karena bunyi ’klik’ nya sepatu ini disebut chaussures a cric. Biasanya, hak sepatu pada pria dibuat lebih besar dan lebih berat. Akan tetapi, seperti halnya pada wanita sepatu dengan hak kecil dan sangat tinggi saat itu populer di kalangan pria. Pria Inggris yang menggunakan high heel biasanya harus menggunakan tongkat agar tidak jatuh.

Setelah perang dunia kedua, high heel kembali menemukan popularitasnya. Pada tahun 1950, model Stiletto mewarnai dunia fashion. Model ini mempunyai tinggi sekitar 10 cm (4 in) dengan ujung hak yang sangat kecil (pin point). Hal ini dimungkinkan karena high heel dibuat dari bahan logam yang sangat tipis yang menempel pada bahan sepatu yang terbuat dari kayu atau plastik. Saat ini para desainer sepatu terus melakukan eksperimen untuk bahan dan ornamen yang akan dilekatkan pada high heel.

Konon, high heel mampu memberikan highlight pada gaya berpakaian seseorang. Makin tinggi, makin outstanding. Produsen sudah ‘mati-matian’ memberikan value added pada high heel semisal memberikan bantalan yang lembut (soft cushing pad), material yang ringan, toe box yang terbuka dan luas, serta dengan memberikan tali (strappy) di bagian belakang. Akan tetapi, hal itu tidak lebih sekedar memberikan ‘rasa nyaman’ pada saat high heel tersebut dipakai tapi tidak untuk menghilangkan dampak buruk yang mungkin timbul kemudian. Today’s fashion can be tomorrow’s pain.

Sudah rahasia umum bahwa dunia medis tidak pernah berpihak pada high heel. Alasannya, tidak melulu hanya pada kaki tapi yang lebih penting justru efek negatif pada tubuh. High Heel menyebabkan posisi tubuh terdorong ke depan dan ini mendorong pusat beban juga berpindah ke depan. Akibatnya, poros panggul dan tulang belakang keluar dari deretan (alignment). Hal ini rawan menimbulkan cedera tulang belakang. Apalagi bagi orang yang pernah mengalami cedera semisal patah atau mempunyai kelainan semacam skoliosis sebaiknya tidak menggunakan high heel karena dapat memperparah kelainan yang sudah ada. Pada saat berjalan wanita yang menggunakan high heel menjadikan sendi lutut sebagai tumpuan utama. Pergeseran titik tumpu tubuh ini menyebabkan wanita lebih rentan mengalami osteoartritis yaitu peradangan sendi terutama pada sendi lutut dan panggul. Kedua keadaan ini yang sering terlepas dari perhatian karena ‘letak’ kelainannya yang ‘jauh’ dari kaki.

Sepatu disebut high heels apabila tinggi hak lebih dari 3.5 inchi. Akan tetapi, dampak negatif sudah dapat timbul walaupun tinggi hak 1 inchi. Dampak high heels pada kaki sangat banyak diantaranya Hammertoe (kapalan) merupakan perubahan bentuk jari kaki berupa penebalan kulit di atas jari (corn) atau di bawah telapak kaki (callus). Hal ini bisa menjadi masalah, bisa juga tidak. Pada saat jempol masuk ke dalam ruang depan sepatu yang sempit, maka sendi jari tersebut seperti ’tertinggal’, lama kelamaan sendi membesar di bagian bawah dan sisi bagian luar. Pembesaran sendi pada jempol inilah yang dinamakan bunion (hallux valgus). Awalnya, bunion tidak nyeri tapi selanjutnya dapat mengalami pembengkakan dan sangat nyeri. Selain itu, saraf pada kaki dapat tertarik menimbulkan iritasi saraf yang disebut neuromas (Morton’s neuromas). Hal ini disebabkan tekanan sepatu saat dipergunakan untuk berjalan.

Ruang sempit sepatu menimbulkan penekanan pada kuku, yang menyebabkan kuku masuk ke dalam kulit sekitarnya disebut onychocryptosis atau unguis inkarnatus. Keadaan ini sangat nyeri disertai pembengkakan pada jari kuku yang terkena. Yang paling sering biasanya kuku jari jempol. Unguis inkarnatus memerlukan obat antibitoika disertai operasi kecil dengan cara membuang sebagian atau seluruh kuku yang terinfeksi. Selain itu, bagian belakang sepatu yang keras dapat mengiritasi tumit dan menimbulkan pembesaran tulang tumit (calcaneus) yang juga disebut Haglund’s deformity. Pemakaian high heels menyebabkan urat besar yang menghubungkan otot betis pada tulang tumit(Tendon Achilles) menjadi tegang ini menimbulkan nyeri pada tumit (Achilles tendonitis). Pada umumnya kelainan yang muncul akibat penggunaan hi heels ini menimbulkan gejala nyeri, rasa tidak nyaman di kaki, dan selanjutnya perubahan bentuk kaki (deformitas).

Pengguna high heels memang sebagian besar para wanita walaupun tidak tertutup kemungkinan juga ada pria yang menggunakannya. Siapapun Anda, kalau saat ini belum ingin mengatakan: Say No to High Heels, maka tips berikut dapat dipertimbangkan.

Image is adapted from here.

BE A REAL MAN

Pada saat kita menghadirkan buah hati di tengah keluarga maka selanjutnya kita akan berusaha memberikan kesempatan kepada buah hati itu untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Peran orang-orang di sekitar keluarga amat penting. Hal itu tidak hanya pada bagaimana sang ibu menyediakan waktu luangnya untuk sang buah hati akan tetapi sejauh mana sang bapak juga mampu menjamin ketersediaan waktu luang tersebut.

Perencanaan keluarga kapan untuk memiliki anak kembali, menjadi hal yang penting untuk dikomunikasikan. Pengaturan jarak kehamilan merupakan salah satu usaha agar proses mendidik dan merawat anak secara jasmani dan ruhani cukup terperhatikan. Apalagi, jarak antara dua kehamilan yang terlalu dekat sering menimbulkan efek kurang baik pada kesehatan ibu dan bayi. Ini bukan hanya menjadi tanggungjawab (responsibility) isteri tapi juga suami.

Sudahkah para pria mengawalinya dengan sebuah pertanyaan yang lebih bermartabat. “KB apa yang akan kita pergunakan nanti?” Bukankah kita lebih sering mengeluarkan sebuah pertanyaan kolot, “Kamu ingin pake KB apa?” “Suntik”,”Pil”, atau “Spiral”. Pilihan-pilihan represif yang menyudutkan wanita pada kondisi sine qua non. Tidak boleh tidak.

Pernahkah membayangkan Anda berada pada posisi mereka dengan menghabiskan waktu di ruang-ruang tunggu klinik kesehatan untuk antri mendapatkan suntik KB. Atau, membayangkan diri Anda tiap hari untuk minum pil atau tubuh kita ditanami sebuah “implan” selama bertahun-tahun? Tidak jarang kita mendengar gumaman yang diselingi canda para isteri,”giliran enaknya bersama tapi giliran sakitnya dipikul sendiri.” Bisa jadi, itu merupakan luapan perasaan untuk mengharapkan kepedulian (respect) dari suami.

Sudah saatnya pria menempatkan diri sebagai pihak yang “memulai”. Anggapan bahwa kontrasepsi hanyalah masalah wanita selayaknya sudah ditinggalkan. Bukankah pria sejati tidak mengenal istilah menerima saja (passivity), bahkan senantiasa menjaga keseimbangan antara kasih sayang (affection) dan penghargaan (appreciative) terhadap keluarganya?

Fakta yang cukup mencengangkan adalah metode kontrasepsi tradisional menempati urutan teratas di negara-negara maju. Fakta ini mengisyaratkan kepada kita selain partisipasi aktif juga “pandangan” para pria di negara-negara maju terhadap metode tradisional yang dipergunakan dalam kontrasepsi adalah positif. Selain itu, metode kontrasepsi tradisional dapat menjadi pintu masuk sekaligus solusi para suami dalam melakukan deal kontrasepsi ini dengan isteri.

Metode kontrasepsi tradisional ini tidak perlu alat dan meliputi sanggama terputus (coitus interruptus atau withdrawl) dan sistem kalender (periodic abstinence atau rhythm methods). Kelebihan cara ini dapat dikombinasi, yaitu apabila Anda “terlanggar” atau raga-ragu terhadap waktu subur isteri, maka Anda dapat melakukan withdrawl. Namun, metode demikian kurang populer di negeri ini, walaupun termasuk metode yang aman dan minus efek samping. Sudah sepatutnya suami proaktif dalam upaya mengatur kelahiran bukan hanya menggantungkan persoalan tersebut hanya kepada isteri. Don’t you want to be a real man?

Image is adapted from here.

HIGH ALTITUDE

Ketinggian tempat ternyata tidak hanya berhubungan dengan para pendaki gunung tapi juga berhubungan dengan para pemain sepakbola. Baru-baru ini FIFA mengeluarkan peraturan yang melarang dan meniadakan pertandingan sepakbola di dataran tinggi. Keputusan ini diambil setelah mendengar laporan Komisi Medikal tentang pentingnya kesehatan pemain dan fair play. Hal ini langsung ditanggapi pro dan kontra berbagai kalangan. Tidak tanggung-tanggung Evo Morales, Presiden Bolivia merupakan orang yang tidak setuju keluarnya pelarangan tersebut dan dia telah menggalang dukungan Internasional untuk menentang peraturan itu di sini dan di sini.

Bolivia merupakan negara yang paling berkepentingan atas keluarnya larangan tersebut karena sering menjamu tamunya di La Paz yang berada di ketinggian 3.600 meter di atas permukaan laut. Selain itu, negara seperti Ekuador (Quito, 2800 meter), Peru (Lima, 2950 meter), dan Kolumbia (Bogota, 2700 meter) juga akan terkena getahnya. Sejauh mana ketinggian suatu tempat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang? Apa saja pengaruh ketinggian tempat bagi tubuh?

Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut dapat diklasifikasikan menjadi ketinggian 1500 – 2500 m (5000-8000 ft) disebut Medium Altitude, di atas 2500-3500 m (8000 – 11500 ft) disebut High Altitude, 3500 – 5500 m (11500 – 18000 ft) merupakan Very High Altitude, ketinggian di atas 5500 m merupakan Extreme Altitude, dan diatas 8000 m merupakan Zero Death. Pada umumnya, ketinggian di bawah dari 2500 m (8000 ft) jarang menimbulkan gangguan kesehatan. Adapun gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh karena high altitude ini dapat Anda lihat di sini.

Udara atmosfer sehari-hari yang kita hirup mengandung kurang lebih 21% (160 mmHg) oksigen. Semakin tinggi suatu tempat maka tekanan udara semakin turun, dan oksigen yang tersedia pun semakin “tipis”. Akibatnya, seseorang akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen. Akan tetapi, tubuh kita mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap “ketersediaan” oksigen yang rendah yang disebut aklimatisasi. Proses ini berlangsung lambat biasanya memerlukan waktu dalam beberapa hari atau minggu.

Perubahan fisiologis tubuh yang terjadi selama berada di dataran tinggi merupakan bentuk kompensasi tubuh untuk beradaptasi dengan keadaan yang tidak biasa. Mekanisme itu dapat berupa hiperventilasi (bernapas cepat, lebih dalam, atau keduanya) sebagai upaya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak dan pengeluaran karbondioksida. Kalau pada kondisi normal hiperventilasi terjadi pada saat kita beraktivitas (misalnya saat berolahraga), maka pada high altitude hiperventilasi terjadi walaupun dalam keadaan istirahat. Hiperventilasi “memaksa” ginjal untuk menyesuaikan diri dengan cara meningkatkan pengeluaran bikarbonat melalui urin dan hal ini mengikut sertakan cairan. Akibatnya, volume buang air kecil semakin banyak (diuresis).

Selain itu, level oksigen yang rendah merangsang ginjal untuk memproduksi Erithropoietin, dan selanjutnya merangsang sumsum tulang menghasilkan lebih banyak sel darah merah (polisitemia). Akan tetapi, keadaan ini justru kurang menguntungkan bagi tubuh karena peningkatan jumlah sel-sel darah merah menyebabkan darah menjadi kental (viskositas meningkat). Hal ini menimbulkan aliran darah di dalam pembuluh darah menjadi lambat, sehingga mempermudah terjadinya penyumbatan pembuluh darah (trombosis).

Apabila Anda berada di dataran tinggi tips berikut mungkin bermanfaat. Usahakan cukup cairan dengan minum sekitar 3-4 liter per hari. Makanlah makanan yang mengandung tinggi karbohidrat. Jangan beraktifitas berlebihan apabila Anda pertama kali berada di dataran tinggi. Terjaga lebih baik dari pada tidur sebab pernapasan menurun selama tidur, hal ini semakin menurunkan kesempatan memperoleh oksigen. Apabila tetap ingin tidur, lebih baik turun dulu ke tempat yang lebih rendah. Hindari tembakau, alkohol, dan obat penenang.

Image is adapted from here.