Archive for the ‘City’ Category

DEMAM PERAHU KARET

Jika penduduk kota Jakarta menggunakan perahu karet sebagai transportasi saat banjir maka sebagian penduduk Banjarmasin menggunakannya sebagai aktifitas refreshing. Jadi, jangan kaget apabila Anda kebetulan melewati sungai Martapura dalam dua minggu terakhir ini, penuh dengan ribuan perahu karet. Diperkirakan sekitar 500-1000 buah perahu karet. Apakah terinspirasi banjir Jakarta? Wallahualam. Yang pasti, aktifitas bermain perahu karet ini menjadi sarana refreshing bagi penduduk yang ada di sekitar Sungai Martapura maupun bagi penduduk Banjarmasin pada umumnya.

Aktifitas ini biasanya dimulai setelah waktu shalat Ashar (sekitar 16.00 Wita) dan mulai sepi saat menjelang Maghrib. Ternyata, aktifitas bermain ini tidak hanya dilakukan oleh anak-anak tapi juga para remaja dan orang tua. Para orang tua ini biasanya mengajak serta anak-anak mereka yang masih kecil di dalam perahu.

Konon, perahu tersebut ada yang dimiliki sendiri tapi ada juga didapatkan dengan cara menyewa. Nah, momen seperti ini mendatangkan berkah bagi para penjual perahu karet. Sebelum demam perahu karet melanda untuk memasarkan 1 buah saja sulit. Akan tetapi, saat ini perahu karet bak kacang goreng. Harga perahu karet ini dijual bervariasi. Untuk yang kecil (hanya untuk 1 orang penumpang) sekitar Rp 75.000, ukuran sedang (2 orang) Rp 90.000, dan ukuran besar (4 orang) sekitar Rp 150.000.

Aktifitas ini juga dijadikan sebagai tambahan penghasilan oleh penduduk setempat dengan cara menyediakan jasa penyewaan perahu karet plus jasa pompa perahu. Biasanya mereka membandrol dengan tarif sewa Rp 5000 per jam dengan tarif pompa sekitar Rp 200 per perahu. Disamping itu, kegiatan ini ternyata memberikan inspirasi bagi para tukang kredit untuk menawarkan jasa kredit pembelian perahu karet. Kisaran kredit dipilih bervariasi bisa dibayar dengan cara mencicil harian atau mingguan. Yang jelas, kalo harian biasanya pembeli harus mencicil 2 ribu setiap harinya untuk jangka waktu dua bulan untuk perahu karet yang berukuran kecil. “Kalau ukuran besar sekitar 3 ribu”, tutur bu Amnah, salah seorang tukang kredit dadakan perahu karet. Lumayan keuntungannya bisa buat nambah belanja dapur katanya.

Berbeda dengan para penjual perahu karet, bagi penjual jasa transpor angkutan sungai (kelotok), yang biasa mengangkut penumpang di sepanjang sungai ini, aktifitas penduduk tersebut cukup mengganggu kelancaran arus lalu lintas sungai. Mereka mengistirahatkan kelotok pada saat aktifitas perahu karet lagi ramai. Kalau hari biasa mereka mengangkut penumpang bisa sampai pukul 18.00 wita, maka sekarang hanya sampai pukul 16.00 wita. “Takut tertabrak”, kata salah seorang sopir kelotok tersebut.(Image kelotok is adapted from here).

Advertisements