Archive for the ‘Children’ Category

BEING A GOOD PARENT

Setiap orang tua pasti menginginkan agar anaknya menjadi anak yang shalih. Keinginan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat anak shalih tersebut investasi terbesar bagi kehidupan dunia dan akhirat. Anak yang shalih tidak mungkin menyia-nyiakan orang tuanya. Anak yang shalih tidak mungkin membangkang perintah yang baik dari orang tuanya. Anak yang shalih-lah yang selalu mengaliri doa-doa untuk orang tuanya yang sudah tiada. Hanya saja harapan yang besar itu kadang tidak diikuti dengan usaha yang besar oleh para orang tua, bahkan tidak sedikit orang tua yang “durhaka” terhadap anaknya.

Petikan kalimat di atas merupakan penggalan tausyiah yang disampaikan oleh seorang ustaz pada acara “Aqiqah dan Tasmiyah” yang diselenggarakan oleh salah seorang kerabat hari Minggu kemarin. Apa yang disampaikan oleh ustadz tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi saya, karena selama ini yang sering saya dengar adalah contoh-contoh perilaku durhaka anak terhadap ortu. Namun kali ini materi yang disampaikan beliau mampu membuat saya merenung apakah saya telah menjadi orang tua yang baik bagi anak saya? Atau, jangan-jangan saya termasuk ortu yang “durhaka” terhadap anak.

Ustadz tersebut kemudian memaparkan salah satu perilaku durhaka orang tua terhadap anak diantaranya tidak memberikan pendidikan yang baik kepada anak kita. Pendidikan yang baik bukan hanya sekedar menyekolahkan mereka di sebuah sekolah yang bermutu.Namun memberikan contoh yang baik kepada anak kita. Ortu sebagai role model bagi anaknya. Apa yang dilakukan kedua orang tuanya akan dilihatnya dan terbenak dalam memorinya. Jangan harap anak akan bisa shalat tepat waktu, kalo ortunya saat waktu shalat tiba masih asyik menghabiskan waktunya di depan televisi untuk menonton sinetron. Jangan berharap anak bisa bertutur kata yang baik dan lembut, kalau kedua ortunya sering membentak dan mengeluarkan kata-kata tak pantas. Ketika mereka masih berada pada usia emas berapa kalikah dalam sehari kita membentak mereka dengan kata ”Diam!” atau ”Jangan nakal Kamu!”

Tausyiah tersebut cukup membuat saya untuk merenung. Apakah selama ini saya sudah maksimal dalam mendidik anak-anak saya? Anak adalah merupakan amanah dari Allah, kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi-Nya. Memelihara amanah memang tidaklah mudah tapi bukan berarti itu menjustifikasi kita untuk ”seadanya” memelihara anak. Kita harus berusaha optimal dalam menjaga amanah tersebut pada lingkaran yang masih bisa kita kuasai. Bagaimana hasilnya itu adalah urusan Allah, karena Allah hanya akan menilai apa yang diusahakan manusia. Allah tidak memberi balasan yang kecil untuk orang-orang yang menjaga amanah. Allah menjanjikan Jannatul Firdaus untuk mereka yang memelihara amanah.

Maafkan kami Nak, jika selama ini kami lalai dalam mendidik kalian. Terima kasih telah banyak memberikan pelajaran pada kami orang tua kalian tentang kedalaman makna kesabaran, ketulusan, pengorbanan, dan kasih sayang.

Advertisements