Archive for July, 2007|Monthly archive page

VARISES TUNGKAI

Varises (varus=bengkok) merupakan pelebaran dan berkelok-keloknya sistem pembuluh darah balik (vena) disertai gangguan peredaran darah di dalamnya. Ada beberapa bagian tubuh di mana varises bisa muncul. Akan tetapi, saya tidak membahas varises yang terjadi pada lambung, dubur (wasir, hemoroid), atau pada testes laki-laki (varicocel). Tulisan ini hanya menyinggung varises yang terjadi pada tungkai. Konon, penyakit ini sudah dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri.

Varises tidak hanya sekedar menimbulkan pelebaran pembuluh vena tapi juga menyebabkan pembuluh vena menjadi berkelok-kelok. Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari tepi balik ke jantung. Terdapat 3 jenis vena pada tungkai dari arah luar ke dalam berturut-turut vena tepi, vena penghubung, dan vena dalam. Vena tepi terletak di bawah kulit dan secara samar-samar terlihat. Sementara itu, pembuluh vena yang lebih dalam terletak dalam bungkusan otot yang mampu memeras vena sampai kosong ke arah jantung. Vena tepi dan vena dalam dihubungkan oleh vena penghubung. Bagian terpenting pada sistem vena ini ialah klep atau katup satu arah yang mengarahkan aliran darah dari vena tepi ke vena dalam. Klep yang berfungsi akan terbuka untuk membiarkan darah mengalir, kemudian katup menutup kembali setelah darah melaluinya.

Pada pria varises tungkai jarang terjadi karena kondisi otot pria secara alami lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita berpeluang lima kali lebih besar karena adanya faktor kehamilan dan menopause. Ini dapat dipahami, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada pembuluh balik dalam panggul menyebabkan aliran vena dari tungkai akan terganggu. Pada menopause, terjadi penurunan hormon estrogen yang menimbulkan penurunan kekuatan tekanan otot kaki terhadap pembuluh vena.

Selain itu, faktor keturunan juga memegang peranan, biasanya varises di kalangan remaja terjadi karena anggota keluarga lain juga ada yang menderita penyakit tersebut. Penyebab varises ini tampaknya karena dinding pembuluh yang tipis atau tidak terbentuknya klep. Faktor lain adalah berat badan yang menyebabkan beban kaki lebih berat dan tekanan darah vena di tungkai meningkat. Juga, posisi berdiri lama menambah tekanan pada vena di tungkai, sehingga otot kaki harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan darah ke atas. Jadi, bagi Anda yang berprofesi sebagai guru atau dosen harus berhati-hati karena merupakan faktor predisposisi.

Pada kondisi yang ringan varises menimbulkan rasa nyeri, rasa berat, tegang, dan sering mengalami kram kaki terutama saat berdiri lama dan akan berkurang bila berbaring dengan tungkai ditinggikan. Apabila dibiarkan berlarut-larut dapat terjadi komplikasi mulai dari pembengkakan tungkai atau kaki, kelainan kulit, eksema, dan terbentuk koreng (tukak) di sekitar pergelangan kaki. Sekitar tukak, warna kulit menjadi lebih gelap dari sekitarnya (pigmentasi). Komplikasi yang paling berbahaya (walaupun ini sangat jarang) adalah terbentuknya endapan darah (emboli) yang dapat terbawa kemana-mana dan bisa menyumbat pembuluh pada organ lain seperti ginjal, hati, lambung. Apabila memasuki aliran darah di paru dapat menyebabkan kematian.

Bagi yang belum menderita varises dapat melakukan tindakan pencegahan (primer) sebagai berikut pertama, olahraga secara teratur dan makanan cukup bergizi dan bervitamin. Kedua, berat badan seimbang hendaknya dipertahankan, mengingat obesitas lebih mudah terkena varises karena beban tubuh yang berat. Ketiga, hendaknya juga tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi (hi heels). Pengenaan sepatu macam ini mengakibatkan beban kaki menjadi lebih berat dibandingkan dengan sepatu bertumit rendah. Keempat, hindari berdiri diam terlalu lama atau duduk lama sambil menyilangkan kaki, sebab aliran darah akan terhambat. Kelima, sedapat mungkin menghindari kaos kaki, pakaian, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Keenam, beri istirahat yang cukup pada kaki dan pemijatan sehabis bepergian supaya darah vena lancar. Juga, latihan menaikkan kaki secara teratur perlu dilakukan, untuk membantu vena agar tidak bekerja terlalu berat.

Bagi yang sudah menderita varises maka Anda dapat melakukan tindakan pencegahan (sekunder) supaya varises tidak bertambah buruk, atau bahkan bisa memperbaiki kondisi varises. Pertama, dianjurkan mengenakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi, yang bersama dengan kontraksi otot kaki akan mampu mencegah pelebaran dinding vena. Kedua, jangan sekali-kali merawat varises dengan air hangat atau mandi sauna. Panas akan semakin melebarkan vena sehingga semakin mengurangi tekanan aliran darah ke atas. Ketiga, hindari olahraga lari, loncat, dan senam aerobik high-impact karena akan menambah beban kaki. Olahraga yang dianjurkan adalah bersepeda, berenang, dan berjalan kaki. Senam tungkai dapat dilakukan setiap hari berguna untuk memperkuat otot-otot kaki sehingga akan membantu memompa darah naik ke jantung. Jangan lupa setiap latihan diakhiri dengan pendinginan dan peregangan.

Other sources from Vein Clinic and Intisari.

Image is adapted from here.

Advertisements

SEXTUPLETS

Penanggalan hari ini kalau disusun tentu akan menjadi angka kembar tiga (triplet) yang unik 07-07-07. Nah, bagaimana seandainya kalau seorang wanita melahirkan anak kembar tiga (triplet) atau lebih, seperti yang terjadi baru-baru ini di USA. Dalam waktu tidak berselang satu hari terjadi dua kali kelahiran kembar, bukan hanya tiga tapi kembar enam (sextuplet) dari dua ibu yang berbeda. Brianna Morrison, 24 tahun, melahirkan bayi kembar enam di Minneapolis, Minnesota. Sekitar 10 jam kemudian, Jenny Masche, 32 tahun, melahirkan bayi kembar enam di Phoenix, Arizona melalui operasi sesar. Semua bayi Masche selamat, sedangkan bayi Morrison hanya 2 yang selamat.

Peristiwa kelahiran bayi kembar enam memang bukan yang pertama terjadi, namun tetap merupakan peristiwa langka. Pada umumnya insidensi kehamilan kembar dibandingkan seluruh kehamilan adalah: kembar dua (twin, gemelli) 1:80, kembar tiga (triplet) 1:6400, kembar empat (kuadruplet) 1:512,200, kembar lima (quintiplet) 1:40.960.000, dan kembar enam (sextuplet) 1:3.276.800.000. Angka tersebut kira-kira sesuai dengan hukum Hellin yang menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan kembar dan tunggal adalah 1:89, untuk triplet 1:(89)2, untuk kuadruplet 1:(89)3 dan seterusnya.

Semakin banyak anak kembar yang dilahirkan maka akan semakin besar risiko yang mungkin ditimbulkan. Sextuplet pertama yang selamat adalah bayi yang lahir di Afrika Selatan pada tahun 1974. Sampai saat ini dari 176 pasang sextuplet yang tercatat hanya 32 pasang sextuplet yang hidup, satu di antaranya berasal dari Indonesia. Sextuplet asal Indonesia tersebut dilahirkan di Singapura pada 29 Nopember 1998 dari pasangan Andre Prijono dan Susan Tjokrosetio yang sedang menjalani terapi fertilitas di Gleneagles Hospital

Sextuplet merupakan campuran antara jenis kembar fraternal dan kembar identik, tapi sekitar 99% sextuplet adalah fraternal dan hampir semuanya berawal dari terapi infertilitas. Terapi infertilitas merupakan faktor yang meningkatkan kejadian multiple birth (kembar tiga atau lebih) selain faktor ras, usia, jumlah anak sebelumnya (paritas), dan hereditas.

Terapi fertilitas biasanya diberikan kepada pasangan-pasangan yang ingin mempunyai anak. Ada 2 macam terapi fertilitas yaitu terapi hormonal dan teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART). Terapi hormonal, biasanya menggunakan obat hormon seperti clomiphene citrate, human menopausal gonadotropin, dan human chorionic gonadotropin, ditujukan untuk menginduksi indung telur untuk menghasilkan sel telur, merangsang indung telur untuk melepaskan sel telur yang telah matang, serta merangsang pematangan sel telur berkembang secara sempurna. Jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi hormon, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa menjadi banyak, bahkan sampai lima atau enam. Obat-obat tersebut juga dipergunakan saat terapi fertilitas dengan ART pada pasangan infertil.

Tingkat kesehatan multiple birth jelas berbeda dengan bayi yang lahir normal. Pertumbuhan janin yang multiple dalam rahim menyebabkan kondisi organ tubuhnya pun jelas tidak matang dan beratnya di bawah standar. Hal ini meningkatkan ancaman kelahiran prematur. Angka kematian setelah dilahirkan pun lebih tinggi dari pada anak kehamilan tunggal. Oleh karena itu, sungguh merupakan anugerah yang terindah apabila dikarunia anak kembar apalagi semuanya dilahirkan dengan selamat.

Image is adapted from here.