IS LAUGHTER THE BEST MEDICINE?

Sekitar 30 orang warga dari berbagai kalangan di Kota Solo, Minggu kemarin (6 Mei), tertawa bersama-sama di tengah jalan di depan Kantor Kalurahan Kadipiro, Solo. Warga yang sebagian merupakan ibu-ibu berusia lanjut terus berusaha mengumbar tawa selama setengah jam. Tangan mereka mengacungkan poster bertuliskan: Tertawa Itu Sehat. Tertawa itu Ibadah. Ada juga spanduk lain dari kertas semen bertuliskan From Solo with Laughs seperti yang telah ditulis dalam Tempo Interaktif dan media online Indosiar. Aksi itu tentu saja menarik perhatian masyarakat sekitar, pengunjung pun dibuat tersenyum. Anyway, setidaknya berita tersebut membuat saya ngeh akan adanya peringatan hari tertawa karena aksi tersebut kabarnya sebagai ekspresi atas peringatan Hari Tertawa Internasional. Wallahualam, apa yang melatarbelakangi sehingga setiap hari Minggu pertama di bulan Mei dijadikan sebagai Hari Tertawa Internasional. Biarlah itu menjadi urusan sejarawan. Yang pasti, siapapun yang lahir pada hari tersebut maka bersiap-siaplah untuk “ditertawakan”.

Tertawa merupakan aksi tubuh kita secara ritmis, bersuara, ekspiratoris, dan involunter sebagai respon fisiologis terhadap krisis (humor). Adanya suara yang lantas membedakan tertawa dengan tersenyum. Nada suara yang ditimbulkan mendadak dan bersifat dekresendo (mula-mula kuat kemudian melemah) dalam bentuk “he-he-he”, “ha-ha-ha”, atau “ho-ho-ho”. Pastilah setiap yang mengeluarkan suara menimbulkan bising. Nah, berdasarkan kebisingan ini tertawa terentang mulai dari terkikik-kikik sampai terbahak-bahak.

Pada saat tertawa terjadi kontraksi 15 otot wajah dan terjadi stimulasi otot zygomatikus mayor (zygomatic major muscle). Apabila tertawa lebih keras (tertawa terpingkal-pingkal), beberapa bagian tubuh seperti otot-otot lengan, tungkai, dan penyangga tubuh bahkan akan ikut terlibat. Sementara itu, saluran napas menjadi setengah membuka dan setengah tertutup, yang mengakibatkan pemasukan udara menjadi tidak teratur. Hal ini, membuat kita seperti megap-megap dan menimbulkan muka kemerah-merahan. Pada tertawa yang durasinya lebih lama bahkan bisa sampai mengeluarkan air mata.

Dalam ilmu gelotologi (ilmu yang mempelajari tentang humor dan tawa serta efeknya terhadap tubuh) dinyatakan bahwa tertawa mampu meningkatkan tekanan darah, meningkatkan detak jantung, merubah pernapasan, menurunkan level neurokimia tertentu, serta menyediakan jalan bagi sistem imun tubuh. Akan tetapi, tertawa tidak selalu merupakan terapi yang baik. Pada kasus tertentu tertawa dapat memicu serangan jantung atau stroke. Juga, bagi orang-orang yang baru menjalani operasi besar daerah perut, tidak dianjurkan untuk tertawa keras dulu sebab dapat menimbulkan robeknya jahitan. Perhatian juga dilakuan pada penderita dengan patah tulang iga. Tentu pada penderita tersebut, tertawa untuk sementara ditunda dulu. Tertawa yang berlebihan juga berisiko terlepasnya temporo-mandibular joint, yaitu sendi yang menyangga dagu. Dengan demikian, jangan menampilkan kelucuan-kelucuan di sekitar mereka kalau tidak ingin menimbulkan penderitaan baru.

Tertawa yang sehat apabila tertawa terjadi secara alami, spontan, dan tidak berlebih-lebihan sebagai respon terhadap keadaan krisis. Tertawa seperti ini yang menurut teori Inkongruitas, berupa respon terhadap suatu perubahan yang tidak terduga. Kondisi itu bisa tercetus dalam keadaan yang mengagetkan atau menyenangkan. Konkretnya, kalau Anda sedang serius mendengarkan sesuatu, tahu-tahu hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Anda duga, Anda bisa tertawa terbahak-bahak.

Belakangan banyak orang tertawa bukan lantaran menunjukkan rasa senang, namun juga rasa sinis, benci, menghina, memperolok-olok lawan bicaranya, serta sifat jelek lainnya. Tertawa seperti ini justru menjadi “tidak sehat” karena tertawa muncul sebagai respon dari kesalahan, kebodohan, dan ketidakberuntungan yang terjadi pada orang lain. Orang yang menertawakan biasanya merasa superior dibandingkan orang yang ditertawakan. Apabila ini terjadi di ruang publik dan kita ikut di dalamnya, betapa ternyata tingkat “kesehatan psikis” kita mengkhawatirkan. Menurut Organisasi Kesehatan se-Dunia sehat tidak hanya fisik tapi juga sehat dalam arti mental (psikologik/psikiatrik), sehat dalam arti spiritual, dan sehat dalam arti sosial. Oleh karena itu, apabila ingin dikatakan sehat tertawalah Anda secara proporsional dan tidak berlebih-lebihan.

Image is adapted from here.

28 comments so far

  1. Iko on

    Boleh juga tentang usulan tgl 6 Mei dijadikan sebagai hari Tertawa Nasional :D….

    Ternyata, selain tertawa itu bisa membuat awet muda, disisi lain bisa membuat tertawa itu jadi tidak sehat, terlebih lagi… tertawa di atas penderitaan orang … jelas itu tdk sehat lagi😀

  2. tukang ketik on

    kalo tertawanya seperti ini :
    wakakaka…
    xixixixi…
    kekekeke…

    itu artinya apa dok?

    ^__^V

  3. Haura on

    Rasulullah, manusia teladan jaman adalah sosok yang sedikit tertawa dan banyak menangis, bukan berarti beliau memerintahkan kita untuk menjadi cengeng. Namun setidaknya beliau mengajarkan agar kita dapat tertawa secara proporsional.Bukan begitu dok..?

  4. - Nilla - on

    HUAHAHAHAHAHAHAHA… < -- tertawa yg menggelegar. Tpi cape jg ya kalo ketawa mulu? Soalnya banyak energi yg keluar! ;P
    Uhmmm… Kebanyakan ketawa nanti malah dibilang…😐

  5. Kana Haya on

    ga taw ya om, ketawa itu bisa jadi obat ato engga. soale kan katanyah ketawa itu obat stress. tapi kok yang kebanyakan ketawa suka dibilang stress… jadi muncul pertanyaan baru ney.. yang bener yang mana ya om dokter? =9

  6. mina on

    menarik membaca tentang Laughter (ngikutin link-link di Wikipedia dari link yang dikasi uyi). /me akan lebih banyak tertawa, hehhehhehehahahahhaiihiahahahaahuhuhu….

  7. MASHURI on

    #Iko
    maaf mba Iko konon katanya World Laughter Day diperingati setiap hari Minggu pertama di bulan Mei. Posting tsb sudah saya update…

    Tertawa di atas penderitaan orang lain tidak dianjurkan dan tidak menyehatkan bagi jiwa.

    #Tukang Ketik
    kayaknya ini yang namanya ngakak….wakakakaka…

    #Haura
    Tawa dan Tangis secara proporsional sama-sama menyehatkan.

    #Nilla
    Ketawa memang banyak mengeluarkan energi, walaupun kecil karena melibatkan otot-otot kecil di wajah, sehingga tidak jarang kalo terus-menerus ketawa wajah terasa cape….dan kalo kebanyakan tertawa apa lagi dilakukan sendirian wah ini pantes dicurigai sebagai……..

    #Kana Haya
    tertawa yang sehat ya…yang proporsional dan tak berlebihan.

    #Mina
    hush…jangan keras-keras dunk ketawanya….

  8. Muhammad Mufti on

    Salah satu resep agar bisa tertawa nontonlah acaranya Tukul di empat mata. Maka tertawalah sebelum kamu ditertawakan.

  9. Nieke,, on

    duh, jadi inget.. suka ketawa malah karena ngetawain kebodohan orang.. apalagi kalo org itu juga suka ngetawain kebodohan saya.. qiqiqi.. ga bole ya Abi..? xD

    btw, ketawa itu membuat hati dan pikiran kita bahagia.. mungkin itu yg paling mbikin kita berasa lebih sehat dan ‘panjang umur’ ya Abi..🙂

  10. inos on

    ketawa??? siapa takut!!! :))

  11. JALOE on

    senyum itu adalah ibadah… Rasulluloh kalau ketawa ngak pernah sampe keliatan giginya..

    ketawa itu sarana yg efektif untuk menjaga perspektif di sepanjang cobaan dan kesulitan hidup.

  12. Aryo on

    kalo tertawa diatas penderitaan orang lain sehat ngga’ mas?

    XD~

  13. NiLA Obsidian on

    yup berasa bener kalo udah ketawa yg bener2 wajar (dari hati) rasanya badan seger dan plong bgt……

    tp kadang di mana2 sekarang banyak yg ketawa dg nada histeris ya…mikirin idup….*sigh*

  14. CempLuk on

    gak bisa ketawa, ntn aja mas tukul ngelawak…hehehe.. kembali ke Laptopppp..ato kopdaran ma cempluk aja, ntar pasti ketawa..hehehe

  15. Anang on

    kalo tertawa berlebihan bisa dikira gila nanti… jangan

  16. joni on

    ini yang aku suka.. segala sesuatu yang lucu2 dan bisa buat ketawa..😀

    tapi harus bisa membedakan mana yang Humor atau Tumor.

  17. mel@ on

    bisa ga ya… ketawa sambil nangis… hehehe…😀

  18. Bakhrian syah on

    gelatologi??? emang bener ada istilah itu?? aku tahunya malah gelatissimo… (mirip ga sih??? maksa… hahahaha)… kalo gelatissimo itu es krim yang enak tenan… hmmmm slurppppp….

  19. awi on

    tertawa emang menyehatkan, tertawa membuat hidup lebih indah, bener nggak?

  20. HENDRO DARSONO on

    Membaca judul posting ini “Is Laughter the Best Medicine?” mengingatkan saya akan buku Vera Pfeiffer “Energize Yourself!” yang pernah saya baca dan kebetulan pernah saya sadur dalam artikel saya yang pernah dimuat di sebuah majalah berbahasa Inggris.

    Memang benar… tertawa bisa menjadi obat bagi penyakit tertentu. Tapi ya tentu saja…kita tidak boleh tertawa berlebihan. Nanti malah dibilang “…”

  21. guebukanmonyet on

    Wah, setuju2. Manusia memang perlu tertawa lebih banyak dalam hidupnya biar gak cepet stres.

  22. dani iswara on

    sehingga tertawa pun sering digunakan sbg salah satu metode relaksasi dan meditasi

  23. cakmoki on

    Dunia tanpa tawa sepi. Tanpa tangis juga sepi.
    Alhamdulillah masih bisa tertawa😀

  24. triadi on

    temukan komedi (tawa) dalam setiap masalah yang menderamu (henry ford)

  25. Tina on

    Makanya motto hidupku kan kaya gini:

    “Ein Tag ohne Lacheln ist ein verlorener Tag”

    artinya sehari tanpa tertawa adalah hari yang terbuang..

  26. Mashuri on

    #Muhammad Mufti
    Ya, khas EMPAT MATA=narsis gaya tukul dengan mentertawakan diri sendiri.

    #Nieke
    Tertawa yang sehat dihasilkan dari “humor yang sehat”. Humor yang sehat dilihat dari proporsif waktu dan materi humor-nya.

    #Inos
    Jangan takut untuk tertawa dan jangan tertawa yang menakutkan…

    #Jaloe
    Setuju, Mas.

    #Aryo
    Gak sehat, Yo. Itu sama dengan “Menyakiti” diri sendiri.

    #Nila Obsidian
    Betul, secara fisik memang ketawa bikin seger, karena terjadi kontraksi otot-otot terutama otot wajah. Pada saat tertawa kita “lupa” sejenak.

    Rasa “plong” dirasakan setelah tertawa selesai apabila tidak mempunyai “beban psikis”.

    #Cempluk
    Ada tawaran dari Cempluk….tuh…Siapa berminat kuota terbatas.

    #Anang
    Sesuatu yang berlebihan kayaknya emang banyak gak bagusnya ya, Nang…

    #Joni
    Humor yang cerdas…I Like it.

    Tapi apakah dia serius mendefinisikan “tumor” seperti itu ya?

    #Mel@
    Tulisan namamu ini juga sebuah humor, sebab bacanya bisa ”mela”, ”melo”, atau apa ya…?

    Ketawa sambil menangis….Oh, bisa sekali Mel. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya….

    #Bakhriansyah
    Wah kayaknya gelatissimo barang import, tapi gak ada di Indo (?)tuh…Saya kenalnya cuman Popular, Vienneta, dan Conello bikinan Walls. Ini pun import juga, kayaknya.

    Kalo yang asli dalam negeri kayaknya diwakili ”es tong-tong”….bikinan Pak Samidjan…

    #Awi
    Bener, Wi.

    #Hendro Darsono
    Setuju Pak Hendro…Kapan lagi Pak nulis buku tentang Humor…

    #Guebukanmonyet
    Jangan banyak-banyak mas ketawanya….secukupnya aza dech. Contohnya gini: He..he…(cuman dua kata).

    #Dani Iswara
    Ya boleh dicoba tuh….

    #Cakmoki
    Simpulannya: tawa dan tangis sama-sama bikin rame….he…he…

    #Triadi
    Mas, ada juga yang mengatakan tertawa itu ”ledakan” dari senyum…

    #Tina
    Gimana nyebutnya mba Tina?

  27. | fad | on

    hmm… mudah2an tertawa yang ibadah seperti ini bisa lebih kita (atau saya deh) nikmati🙂

  28. mashuri on

    amin….amin….amin…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: