WINDOW OF OPPORTUNITY

Tumbuh kembang otak pada bayi melalui beberapa tahap yang kritis yang dikenal sebagai window of opportunity. Menurut John Ratey dalam bukunya a user’s guide to the brain, suatu saat akan terjadi di mana koneksi sel-sel saraf untuk fungsi tertentu amat reseptif terhadap input yang masuk. Sekali window tersebut tertutup, maka koneksi sel-sel saraf akan berjalan secara otomatis sesuai dengan input-input yang pernah ada. Menjadi amat efektif jika sering digunakan atau tidak mampu berfungsi sama sekali jika ia tidak pernah mendapat input.

Otak adalah bagian tubuh manusia yang menempati fungsi penting dan telah lama mendapat perhatian dari para ilmuwan. Otak berfungsi penting dalam pengaturan tidur, kognitif, memori, dan fungsi sensorik-motorik. Organ yang mempunyai berat sekitar 1450 g sampai 1600 g, telah menarik berbagai disiplin ilmu untuk membedah dan menguak rahasia yang tersembunyi di dalam mesin molekuler ini. Walau masih serba sedikit, berbagai temuan telah membantu kita untuk memahami bagaimana proses kerja otak dan kaitannya dengan aktifitas manusia.

Periode window of opportunity salah satu temuan penting saat ini. Periode ini amat rentan terhadap kerusakan yang bersifat irreversibel. Selain itu, menjadi kesempatan terbaik yang harus dimanfaatkan oleh para orang tua untuk memodifikasi input yang akan diberikan kepada anak. Kisah mengenai closet kids, anak-anak yang dikurung di kamar mandi oleh orang tua mereka yang psikosis, menjadi bukti amat kuat untuk mendukung rentannya window of opportunity tersebut. Jendela kesempatan untuk bahasa mulai usia 2 tahun dan tertutup pada usia 6 tahun. Sementara itu, kemampuan logika dan matematika mulai sekitar 3 tahun dan tertutup pada usia 6 tahun. Anak-anak yang tumbuh tanpa pernah mendengarkan percakapan manusia, akhirnya tidak pernah mampu untuk berbicara dan berbahasa dengan bunyi dan gramatikal yang benar. Meskipun telah melalui latihan yang panjang dan jalan lain di otak mereka melakukan kompensasi, secara tragis mereka tidak pernah bisa berbicara dan berbahasa dengan baik, karena mereka telah melewati periode untuk tumbuh kembang bicara dan berbahasa.

Selain dalam hal bahasa, plastisitas otak untuk fungsi sensorik dan motorik juga amat tergantung pada periode kritis window of opportunity. Jendela kesempatan bagi fungsi sensorik tersebut terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Begitu pula untuk motorik, mulai sebelum kelahiran sampai dengan 2 tahun pertama kelahiran. Bila seorang anak tidak pernah menggerakan lengan kanannya sampai usia 2 tahun, maka selamanya lengan tersebut akan lumpuh.

Fungsi visual juga memiliki window of opportunity sendiri yakni 6 bulan, sementara jendela kesempatan untuk fungsi emosi dan social attachment terletak pada rentang usia antara 10-18 bulan. Karena itu, orang tua harus sering membelai bayinya dengan lembut, agar produksi serotonin, neurotransmitter yang mengontrol perilaku agressif, diproduksi lebih banyak dan memberikan input yang baik bagi koneksi sel-sel saraf yang mengatur fungsi emosi.

Image adapted from here.

27 comments so far

  1. awi on

    bagus banget artikelnya, kita jadi tahu banyak tentang otak manusia. thanks ya

  2. pyuriko on

    Sebegitu penting fungsi otak kita, jika sesuatu hal kecil terjadi di otak, akibatnya ternyata bisa fatal yaaa…

  3. Tukang Ketik on

    tulisannya berat…
    but good post

  4. Nieke,, on

    ummbbbb, saya dulu juga pernah dikurung ortu dikamar mandi. gara2nya anak kecil yg satu ini [baca: Nieke kecil,,] bandel banged dan suka ngelawan orangtua. tapi cuma skali sih.. trus setelah itu ga pernah lagi.

    pertanyaannya, apakah saya termasuk golongan closed kids dengan ortu yg psikosis?

    tp alhamdullillah saya cukup lancar berkomunikasi dengan verbal pas gedenya. sempet dapet tawaran jadi penyiar radio lokal dan ikut debat bahasa Inggis.. [huuuuu… songong lu Ke’ xP]. apa itu pengaruh “kerjaan” ortu ngurung di kamar mandi ya jadi kelewat lancar ngomongnya pas gede? soalnya pas dikurung gitu, saya kerjaannya tereak2 mulu dikamar mandi.. karena berisik makanya langsung “dilepas”.. heuheuheu..

  5. manler on

    pantes anak kecil cepet banget yah ngikutin kata-kata di iklan..
    ato mengenali intro suatu lagu ato jingle..:)

  6. dani iswara on

    pakar psikiatris jg ada yg menganggap bahwa perkembangan si kecil dpt terpengaruh sejak masih dlm kandungan, kenapa jendela perkembangan bahasa dikatakan usia 2-6 thn ya..padahal tes denver sblm usia tsb (2 thn) sdh ada yg bs diuji..[blm baca bukunya sih..]

  7. Anisa on

    Terima kasih dok pencerahannya mengenai tetek bengek yang berhubungan dengan otak.Sedikit banyak jadi tahu nih sejauh mana perkembangan otak pada anak saya.

    o,iya menjawab pertanyaan yg msk di web , saya masih belum mempunyai gambaran kota mana di Indonesia yang setidaknya mirip2 dgn Saga, habis memang bener2 lain dok,entah kalau di luar Jawa. Karena sejauh ini perjalanan saya baru pulau Jawa dan Madura saja..Bali pun beda.

  8. Milda on

    Kalau saja semua orang sadar bahwa ia dikasih otak ‘gratis’ dr Tuhan berarti ia udah mendapatkan harta,bekal,modal maha dahsyat yg bisa melebihi komputer pentium 10 sekalipun…tentu dengan sedikit usaha : rajin mengasah otak..which is kebanyakan manusia malas banget melakukannya…(Yg nulis jg gitu kaya’nya…kriukkk….*menciutt…*)

  9. mel@ on

    aduuhh… jadi puyeng nii otak aku… hihihi… salah ya mas…๐Ÿ˜€
    berat euy postingannya… tapi lumayan de… jadi tau tentang otak kita sendiri…

  10. NiLA Obsidian on

    nice posting bos….
    sy pernah denger juga waktu ikut seminar cara mengajari anak membaca sejak dalam perut….

    gile yaaaa…..betapa seorang anak itu adalah kertas yg putih bersih, siap menerima tulisan apa saja dr kita para orang tuanya…

    mau baik dan buruk tergantung pada orang tua yg memberinya input….

  11. Syafiq Baktir on

    Anak kecil adalah peniru yang terbaik. Di jaman sekarang dimana kebebasan semakin susah dikontrol, peran seorang orang tua (pendidik) kepada anak sangat penting. Bagaimana jadinya jika anak kita nantinya meniru adegan di TV yang tidak pantas ditonton. Susah.
    Saya sendiri mulai kewalahan membatasi tayangan TV yang pantas dilihat oleh anak saya, karena rata2 tayangan sekarang semakin berbahaya..(lihat kasus smack down yang lalu). Itu baru tayangan di TV, bagaimana dengan kejadian yang langsung bisa dilihat? seperti dijalanan sering kita jumpai orang yang mengumpat atau bertengkar.. hmmmm

  12. Arek Solo on

    penelitian yang rumit dan bahasanya sophisticated harus disederhanakan.. agar mudah dipahami dan menambah wawasan baru bagi orang tua yang akan menggunakannya..
    good post…sangat informatif…

  13. joni on

    thanks postingnya, bermanfaat..
    aku juga punya anak sekarang 1.5 tahun.. waktu pulang dulu cuma ketemu lebih kurang 2 bulan pd saat dia berumur 9 bulan.. tapi waktu istri masih hamil dulu kita sering dengerin musik2 yg katanya bisa membangkitkan syaraf2 otak pada bayi..

    dan juga sekarang dia paling seneng denger suara azan di tivi, jadi kalo ada suara azan di tivi dia berhenti dari aktifitasnya, nonton/melongo suara azan seolah2 sdh ngerti bener.. [dari cerita istri]..

    mungkin karena suara azan ku direkam sama istri pake hape pada saat dia lahir, jd pd saat dia masih bayi, sering didengerin suara azan ayahnya melalui hape.. jadi mungkin suara azan tersebut melekat dimemori otaknya, karena itu kalo denger suara azan maghrib ditivi dia pasti stop dan khusuk mendengarkan.๐Ÿ˜€

  14. Mama Rafi on

    kmrn baca artikel pas dtg ke dokter anak sini ktnya usia 6 bulan bayi dah mulai belajar mengucapkan kata2, trs yg mulai usia 2-6 thn itu mgkn dah belajar pengucapan bahasa secara sempurna kali ya..? (maklum org awam krg ngerti) thanx infonya pak dokter bermanfaat bgt buat saya & keluarga:)
    btw bwt om joni ank sy rafi jg sng bgt dgrin azan di tivi tampangnya kyknya sama persis waktu papanya pertama kali ngazanin dl khusuk bgt๐Ÿ™‚

  15. mashuri on

    #awi
    thanks

    #pyuriko
    betul sekali, bahkan dijaga sejak mulai dalam kandungan…

    #tukang ketik
    ntar dibikin ringan dech…tapi kayaknyah…ibu-ibu sekarang (terutama yang ngeblog)rata-rata mengenyam Pendidikan Tinggi dan atau berwawasan lho..(ini dari penelitian). Jadi gak perlu under estimate dulu yah…he…he….

    #nieke
    kayaknya mba yang satu tipe “kinestetik”…he…he…

    #manler
    betul…lagi open-open-nya tuh otak-nya.

    #Dani Iswara
    ya betul 2-6 tahun lebih kepada vocabulary, dan Denver test tampaknya lebih komprehesif untuk skrining fungsi sensori-motorik

    # anisa
    thanks…

    #milda
    kompi khan bikinan manusia…berarti manusia lebih dahsyattttt he..he…

    #mel@
    jangan sering-sering puyeng donk, ntar…..

    #nila
    ya..input sangat menentukan masa depan anak kita…

    #syafiq
    jadi ortu kayaknya perlu waktu ekstra untuk menemani anak saat nonton TV, ya…

    #arek solo
    sama dengan #tukang ketik

    #joni
    thanks too….mendengarkan azan salah satu input yang baik dan bermanfaat bagi otak…

    #mama rafi
    betul usia 2-6 thn emang jendela kesempatan yang baek untuk vocabulary….sedangkan untuk kemampuan “berbicara” dan “menangkap pembicaraan” emang harus sedini mungkin. Bahkan, beberapa ahli, ada yang menganjurkan kepada para bumil untuk mengajak janinnya “berbicara”….

  16. Asliani on

    Berat.. but nice posting,bagi saya yang sulit adalah praktiknya…BTW terkait dengan posting sebelumnya kalo ortunya terkena blog addicted kira-kira menular gak yah kepada anaknya?terutama pada fase WO ini..

  17. Nieke,, on

    he? “kinestetik” tu apa ommm?

    jangan pake rahasia2an deh om.. hayo ngaku.. feeling2 ndak enak neyh xP

  18. mashuri on

    #asliani
    kayaknya berpengaruh pada conditioning anak…

    #nieke
    insyaAllah positif koq, anak yang cenderung aktif. “Gak bisa diam”. Cikal bakal “anak pintar”. Nah iya khan…..

  19. triadi on

    nice posting… Coba kalo bahasanya dibuat lebih ringan dan ngepop,pasti lebih asik deh..

  20. Mashuri on

    #triadi
    insyaAllah mas Tri…

  21. - Nilla - on

    *manggut-manggut baca postinganya…*

    Oh… jd karena itu sistah saya sedikit “hiperaktif”? Huehuehue….

    *kabor sebelum ditimpuk sendal jepit ama yg bersangkutan…*

  22. Kana Haya on

    apakah lemotnya Kana belakangan ini juga pengaruh gangguan otak? =P

  23. Mashuri on

    #Nilla
    saya gak bilang “hiperaktif” lho…

    Hayo Nieke, timpuk aza!*provokator mode on*

    #Kana Haya
    lemot biasanya karena jaringan yang lelet ato udah banyak virus-nya…

    ato prosesornya udah out of date he…he….he….

  24. donnie on

    pantesan Tarzan itu gak bisa ngomong ya..:-)
    Btw, salah satu hal yang melemahkan teori evolusi adalah masalah bahasa ini. Kalau memang benar kita berasal dari kera, tidak mungkin bahasa yang ada di dunia bisa beragam seperti sekarang ini.

  25. My Alter on

    two thumbs up for this posting …:)
    bermanfaat banget nih pak doter postingannya…ntar kalo saya udah punya anak nanti (hopely)… prinan posting ini akan saya tempel di tempat yang saya terus liat….akan menjadi salah satu referensi saya kelak…:) makasih…

  26. Tina on

    Kadang aku heran sendiri sama kemampuan otak anak menampung begitu banyak info dan langsung menyimpan di memory.. mereka gampang inget and susah lupa, lah kalo aku dah over load kali ya kadang susah inget dan gampang lupa, hehe..

    Pa kabar pak Dokter?

  27. mashuri on

    #donnie
    betul Don, hanya kera-kera yang GR yang menyebutkan bahwa manusia itu keturunannya.

    #my Alter
    thanks…

    #Tina
    kabar baek…mba.

    Ya, otak anak ibarat prosesor masih baru lah…Jalannya topcer…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: