ISLAM, SCIENCE, DAN BUCAILLISME

Saat Bucaille menerbitkan bukunya yang terkenal Bible, Qoran dan Science pada tahun 1976 di Paris, buku tersebut segera menjadi best seller di negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam dan diterjemahkan kehampir semua bahasa negara-negara tersebut termasuk Indonesia. Dalam bukunya tersebut Bucaille melakukan pendekatan ulang hubungan antara kitab-kitab suci dengan ilmu pengetahuan. Dalam konteks hubungan antara Al-Quran dengan ilmu pengetahuan dia menyimpulkan bahwa Al-Quran mengandung informasi tentang ilmu pengetahuan. Kedua, kebanyakan informasi ilmu pengetahuan dalam Al-Quran adalah sesuai dengan ilmu pengetahuan modern dan karenanya masuk akal. Ketiga, karena informasi sains dalam Al-Quran didukung oleh ilmu pengetahuan modern, maka Islam adalah agama yang logis dan saintifis. Buku tersebut menimbulkan kontroversi tidak hanya di kalangan ummat Islam tapi juga ummat yang lain. Ummat Islam tersanjung dengan penjelasannya bahwa Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Padahal paham Bucaille (Bucaillisme) ini patut dikritisi lebih lanjut, dengan melihat kembali bagaimana sebenarnya Islam memandang ilmu pengetahuan.

Dampak pendekatan Bucaille tersebut pada ilmuwan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dihampir seluruh negara Islam sangatlah besar. Sejak itu terjadi rush dalam menggali kebenaran ilmiah Al-Quran, termasuk Indonesia. Ahli Anatomi menggali ayat-ayat yang berkaitan dengan Anatomi. Ahli Faal juga melakukan hal yang sama begitu pula di bidang Farmakologi, Mikrobiologi, Patologi, Kesehatan Masyarakat, Biokimia, dan tentu berbagai disiplin ilmu murni lainnya.

Upaya untuk mencari ”kebenaran ilmiah” Al-Quran tersebut tidak selalu berhasil bahkan dalam banyak hal sering mengalami kekecewaan. Sebagain dari yang gigih memang berhasil menemukan ayat-ayat sains, dan karenanya memperkuat ”kebenaran ilmiah” Al-Quran tersebut. Cukup banyak memang Bucaille ”baru” muncul. Tapi sementara itu banyak pula yang kecewa, karena ayat-ayat ilmu pengetahuan sulit ditemukan yang akan menunjang ilmu pengetahuan yang digelutinya.

Sebenarnya kekecewaan tersebut adalah tidak beralasan. Yang keliru adalah postulat yang dipakai, bahwa Al-Quran mengandung jawaban terhadap segera masalah yang dihadapi manusia. Yang benar adalah Al-Quran hanya mengandung masalah dalam garis-garis besar semata. Bahkan Allah sendiri mengatakan bahwa dalam jumlah ayat yang sangat terbatas tersebut hanya sebagian kecil yang tergolong ayat-ayat muhkamat, sedang sisanya yang justru meliputi sebagian besar dari Al-Quran tersebut tergolong ke dalam ayat-ayat mutasyabbihat.

Menurut Sardar dikutip dari Jurnalis Udin (Jurnal Yarsi) sedikitnya ada 2 bahaya yang muncul dari paham Bucailisme yaitu Pertama, adanya anggapan yang mengatakan bahwa Al-Quran pasti mengandung semua teori-teori ilmu pengetahuan modern. Suatu hal yang sangat keliru, karena Al-Quran bukanlah buku teks yang merangkum segala macam disiplin ilmu. Yang benar adalah Al-Quran merupakan petunjuk (guidance) dan motivator bagi seluruh ummat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dimulai dari Al-Quran, bukannya berakhir dalam Al-Quran. Kedua, dengan mencocok-cocokkan ayat Al-Quran dengan ilmu pengetahuan modern, maka terjadi kecenderungan bahwa ilmu pengetahuan terangkat derajatnya menjadi setara dengan Al-Quran itu sendiri. Ilmu pengetahuan dianggap sama dengan kitab suci itu sendiri. Sebagai akibatnya, maka ayat-ayat Al-Quran agar dapat diakui kewahyuannya, harus lebih dulu mendapat ’verifikasi’ dari ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat berbahaya, karena jika ada ayat Al-Quran yang tidak mendukung ilmu pengetahuan maka kita bisa meragukan kebenaran Al-Quran itu sendiri, sebagaimana yang simpulkan oleh Bucaille terhadap kitab suci yang lain. Disamping itu, apa yang saat ini oleh ilmu pengetahuan diakui sebagai teori yang mumpuni, bisa saja teori tersebut di masa yang akan datang tertolak, karena adanya teori baru yang lebih baik. Oleh karenanya apa yang kini secara ilmu pengetahuan mendukung ayat-ayat Al-Quran, di masa yang akan datang bisa saja ditolak ilmu pengetahuan. Sesuai dengan pendekatan deduktif maka ayat-ayat Al-Quran harus ditolak kebenarannya, suatu hal yang jelas angat keliru.

Islam membedakan dua wilayah bahasan berkaitan dengan pengetahuan. Satu wilayah berkaitan dengan urusan manusia (baik politik, sosial, ekonomi, hukum, peribadatan, dan lain-lain) dan wilayah lainnya berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni (pure science), kita dapat mengasah pemikiran kita dan mengambil dari kontribusi orang lain dalam bidang yang murni teknis dan murni keilmuan. Misalnya, jika seorang dokter ingin melakukan tindakan sirkumsisi (khitan) pada pasien, maka ia akan merujuk pada ilmu yang telah didapatkan tanpa memandang siapa yang pertama kali menemukan teknik sirkumsisi tersebut. Ilmu pengetahuan murni tidak terkait dengan pandangan hidup seseorang, kapitalisme, budhisme, dan lain-lain. Ilmu pengetahuan murni bersifat sama bagi semua manusia.

Islam mewajibkan kepada umatnya untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat. Sekalipun Islam telah menunjukkan dunia ini kepada manusia agar mau berpikir dan mendorong manusia untuk melakukan penemuan-penemuan tentang hukum alam, namu Alquran tidaklah dapat dikatakan sebagai buku sumber ilmu pengetahuan (pure science). Akan tetapi, Alquran diturunkan untuk mengatur hubungan vertikal manusia dengan Allah dan hubungan horizontal manusia dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan. Karena itu hukum Islam terkait dengan penggunaan fakta-fakta keilmuan yang muncul dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan tidak terkait dengan penemuan itu sendiri.

1 comment so far

  1. Asliani on

    ISLAM MEMANG MENEMPATKAN IPTEK PADA TEMPAT YANG KHUSUS DAN ISLAM TIDAK MEMBATASI PENGGALIAN IPTEK SEPANJANG SESUAI DENGAN TUNTUNAN SYARIAT…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: