TAHUN BARU, BUKA BLOG

Hari ini kita memasuki tahun baru hijriah tepatnya 1 Muharam 1428 H. Berbeda dengan tahun masehi, tahun hijriyah dimulai dari peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW beserta ummatnya dari Makkah ke Madinah sehingga disebut “sanah hijriyah”. Perhitungan waktu menurut penanggalan hijriyah mengikuti perjalanan bulan sehingga disebut lunar year atau “sanah qamariyah” sehingga pada penanggalan hijriyah ini perpindahan hari dimulai saat waktu maghrib. Ada 12 bulan yang dikenal yaitu Muharam, Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijjah.

Penggunaan penanggalan hijriyah itu sendiri dimulai pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khatab Ra tepatnya pada tanggal 20 Jumadil Akhir 17H (tujuh tahun setelah wafatnya nabi Muhammad SAW). Penggunaan tahun hijriyah merupakan ide cerdas yang disampaikan oleh khalifah Umar Ra dengan dukungan dari dua sahabat besar yaitu Utsman bin Affan Ra dan Ali bin Abi Thalib Ra. Argumentasi yang mendasarinya antara lain bahwa peristiwa hijrah merupakan entry point kebangkitan umat Islam. Secara intern peristiwa hijrah membedakan antara muslim hakiki dan muslim yang setengah-setengah dan secara ekstern membedakan antara yang hak dan bathil. Mengapa? Dalam sirah dapat diketahui bahwa peristiwa hijrah merupakan strategi yang ditempuh setelah sepuluh tahun menyiarkan Islam di Makkah, beliau tidak mendapatkan sambutan yang memadai dari penduduk Makkah. Jumlah ummat Islam pada waktu itu tidak lebih dari seratus lima puluh orang. Bahkan tidak jarang mereka menerima sumpah serapah, intimidasi, teror fisik dan mental, dan embargo ekonomi. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya hijrah. Hijrah (berpindah) dari satu tempat ke tempat lain dilakukan semata-mata karena Allah dan Rasul dengan tujuan menyelamatkan diri, agama, dan keyakinannya.

Peristiwa hijrah itu sendiri begitu menguras jiwa dan tenaga. Jarak Makkah-Madinah yang sangat jauh (kurang lebih 500 km) serta medan yang berat cukup membuat kebimbangan para sahabat. Tidaklah mengherankan, ajakan nabi untuk berhijrah ini tidak serta merta mendapat sambutan yang hangat. Ada nada keberatan dari sebagian sahabat karena juga harus meninggalkan orang tua, anak-anak masih kecil, istri yang sedang hamil, harta kekayaan, perniagaan, rumah, dan lain sebagainya. Nabi Muhammad SAW tidak menjawab terhadap keberatan mereka sampai turunnya Surat At-Taubah ayat 24 yang menjawab semua persoalan yang mereka hadapi. Di kota Madinah, kaum muhajirin dan anshar berkumpul dan membentuk daulah Islamiyah. Selanjutnya, peperangan demi peperangan dilalui hingga akhirnya nabi dapat menaklukkan kota Makkah pada tahun ke-8 hijrah. Setelah itu, eksistensi ummat Islam makin kuat keberadaannya dan terjadi penyebaran Islam yang masif. Setelah 17 tahun peristiwa hijrah nabi, penanggalan Islam ’resmi’ dipergunakan dan disebut tahun ’hijriah’. Bulan Muharam dijadikan sebagai perhitungan karena pada saat itu orang-orang kembali dari mengerjakan ibadah haji (bulan Zulhijjah).

Dengan mengambil momen tahun baru hijriah ini, saya mencoba membuka blog ini. Harapan saya blog ini akan berisi tentang pemikiran, pandangan, pengamatan, refleksi, dan humor di bidang kedokteran dan kesehatan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

1 comment so far

  1. Anonymous on

    SELAMAT ATAS LAHIRNYA BLOG BARU INI SEMOGA BERMANFAAT….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: