MK putuskan UU BHP inkonstitusional

Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang putusan uji materi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) menyatakan UU ini inkonstitusional karena bertentangan dengan UUD 1945.

“Menyatakan UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan bertentangan dengan UUD 1945,” kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi Mahfud MD dalam sidang putusan yang digelar di Gedung MK, Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, UU BHP juga dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

MK berpendapat, ketentuan-ketentuan yang diatur UU BHP pada umumnya merupakan penyeragaman bentuk tata kelola sehingga mengandung banyak kontroversi, terbukti dengan banyaknya perkara permohonan pengujian UU BHP yang diajukan.

Penyeragaman itu terjadi karena UU BHP membuat penyelenggara pendidikan harus berbentuk BHP. Ini berarti yayasan, perkumpulan, dan badan hukum sejenis harus menyesuaikan diri dengan tata kelola melalui perubahan akta dalam waktu enam tahun.

Apabila hal itu tidak dilakukan, maka yayasan, perkumpulan, dan badan hukum sejenis akan mendapat sanksi atau hukuman, walaupun berbentuk administrasi.

Menurut MK, ketentuan penyelenggaraan pendidikan dalam satu bentuk sebagaimana ditentukan dalam UU BHP dapat diartikan melarang sekolah-sekolah yang diselenggarakan masyarakat di luar BHP sehingga sama saja dengan melarang kegiatan berserikat dan berkumpul yang dijamin UUD 1945.

UU BHP, menurut MK, merugikan yayasan dan menghilangkan hak untuk menyelenggarakan pendidikan serta tidak mengakui eksistensi yayasan sebagai penyelenggara pendidikan.

“Tidak diakuinya sekarang ini eksistensi yayasan sebagai penyelenggara pendidikan berarti menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan yayasan yang selama ini kegiatannya khusus sebagai penyelenggara pendidikan,” katanya.

MK berpendapat, penghilangan peran yayasan sebagai penyelenggara pendidikan sama saja dengan merugikan hak-hak konstitusional para pengelola yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.

Uji materi UU BHP ini antara lain diajukan sejumlah yayasan yang bergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) dan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP-PGRI).

Sumber: Antara

BAHAYA, RS AKAN SEMAKIN KOMERSIAL

Harapan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pupus sudah. Pemerintah akhirnya mengizinkan investor asing untuk menguasai 65% saham rumah sakit di Tanah Air. Pelayanan kesehatan masyarakat pun dikhawatirkan menjadi korban. Itu berarti terjadi kenaikan sebesar 16% dan asing diperbolehkan menjadi pemegang saham mayoritas. Padahal, sebelumya, Menkes Siti Fadilah Suparti telah berjuang habis-habisan agar modal asing di rumah sakit tidak lebih dari 49%.

Betul, keputusan ini masih belum final. Sebab, setelah ditetapkan oleh Kantor Menko Perekonomian, ihwal ini masih akan dibahas oleh departemen-departemen terkait. Sehingga, bisa saja permohonan pihak asing untuk menjadi penguasa saham hingga 67% terkabul. Tapi, bisa juga sebaliknya, lebih rendah dari 65%.

Terlepas dari keputusan akhir kelak, diperbolehkannya asing menjadi pemegang saham mayoritas sangat mengecewakan banyak kalangan. Selain akan memicu persaingan yang tidak sehat, banyak rumah sakit dipastikan akan bersifat full commercial. Ini akan mengakibatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi terkendala.

Saat ini saja, kompetisi di industri rumah sakit dalam memberi pelayanan kesehatan telah menggeser fungsi sosial yang selama ini diembannya. Misi sosial dengan memberi pembebasan atau gratis biaya kepada pasien-pasien tertentu yang tidak mampu kini makin sulit dilakukan. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia, Adib A Yahya, idealnya seluruh saham rumah sakit dikuasai oleh pemerintah. Tapi apa daya, rupanya, pemerintah tak memiliki kemampuan keuangan yang memadai.

Source: http://www.inilah.com

NASIB DOKTOR DI KOREA

Krisis ekonomi yang memburuk telah memaksa seorang ilmuwan pengangguran di Korea Selatan untuk melamar jadi tukang sapu jalan pada Selasa lalu. Lamarannya ditolak.

Pemerintah Daerah Gangseo di Seoul membuka lowongan bagi lima pegawai untuk membersihkan jalanan di salah satu kawasan terpadat di ibu kota Korea itu.

Kim, ilmuwan bergelar doktor bidang fisika, menjadi satu dari 63 orang yang melamar. Sebelas orang di antara para pelamar itu adalah lulusan universitas. Tapi, para sarjana itu akhirnya tahu bahwa tenaga telah mengalahkan otak.

Para pelamar itu diuji dengan membawa dua kantong pasir, masing-masing seberat 20 kilogram, di bahunya dan kemudian dilempar–sebuah simulasi membopong kantong sampah dan membuangnya. Tugas itu dilakukan dengan bolak-balik sejauh 25 meter.

Menurut Chung Young-ik, pejabat pemerintah yang bertugas dalam perekrutan itu, Kim lebih lambat tiga detik dibanding pelamar pesaingnya, sehingga dia dinyatakan tak lulus ujian.

“Saya telah membuat rekor yang buruk,” kata Kim kepada wartawan.

Pemerintah Gangseo mengatakan rata-rata 12,6 orang bersaing untuk merebut setiap “kursi tukang sapu” pada tahun ini. Sedangkan tahun lalu satu “kursi” diperebutkan oleh delapan orang.

Menjadi tukang sapu jalan di sana sebenarnya cukup menarik. Mereka rata-rata mendapat gaji awal 33 juta won atau sekitar Rp 275 juta. Menurut Chung, nilai ini lebih besar daripada pendapatan sarjana baru yang bekerja di perusahaan besar. Jadi tukang sapu juga sangat aman karena mereka boleh bekerja hingga berusia 60 tahun.

Perekonomian Korea memang sedang goyah. Negeri Gingseng itu hanya menciptakan 78 ribu lapangan pekerjaan pada November, turun dari 97 ribu pada bulan sebelumnya.

Menurut Kantor Statistik Nasional Korea, angka pengangguran mencapai 3,3 persen pada Desember lalu, naik dari 3,1 persen pada November dan 3 persen pada Oktober tahun lalu.

Pemerintahan Presiden Lee Myung-bak menjadikan peningkatan lapangan kerja sebagai prioritas.

Koran Tempo

Depkes Belum Pernah Keluarkan Izin untuk Dokter Asing

Hingga saat ini, Departemen Kesehatan belum pernah menerima atau pun mengeluarkan izin praktik untuk dokter asing yang membuka praktik secara individu.

“Kalau ditemukan ada yang membuka praktik individu, maka dokter asing tersebut berarti telah membuka praktik ilegal dan harus secepatnya dikenai sanksi tegas, dideportasi dari Indonesia,” ujar Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, saat ditemui di sela-sela acara peresmian 27 desa siaga dan tujuh gedung pos kesehatan desa di Balai Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Kamis (28/5).

Saat ini, dokter asing yang ada di Indonesia biasanya berpraktik di rumah sakit asing. Izin praktik dokter-dokter yang ada di dalamnya biasanya langsung diajukan oleh rumah sakit yang bersangkutan.

Sumber: Kompas

MER-C INDONESIA GAGAS GMI INITIATIVE

Guna lebih terjalinnya koordinasi bantuan kesehatan bagi warga Palestina yang mengalami luka-luka di Jalur Gaza yang menjadi korban agresi Israel, jumlahnya ribuan jiwa, relawan Indonesia dari “Medical Emergency Rescue Commite” (MER-C) Indonesia bersama relawan dari beberapa negara menggagas lahirnya “Gaza Medical International Initiative” (GMII).

Penjelasan itu diungkapkan dua relawan yakni dr Jose Rizal Jurnalis SpOT, anggota Presidium MER-C Indonesia dan Ketua Presidium dr Sarbini Abdul Murad, demikian dilaporkan wartawan ANTARA Andi Jauhari, Ahad (25/1)

Dalam perjalanan dari Kota Gaza, Palestina menuju Kota Rafah, perbatasan Jalur Gaza-Mesir –setelah sepekan (19-24/1) bertugas membantu penanganan korban yang luka akibat serangan Israel di rumah sakit (RS) As-Shifa Kota Gaza–pada Sabtu (24/1), dikemukakan inisiatif itu lahir dari perbincangan sejumlah dokter beberapa negara saat berada di RS itu.

Jose Rizal Jurnalis menjelaskan bahwa beberapa negara itu adalah Indonesia, Suriah, Turki, Sudah dan Aljazair, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh beberapa negara lain, yang telah mengirimkan relawannya membantu menangani korban luka di sejumlah RS di Jalur Gaza.

Menurut dia, sebagai langkah awal, gagasan itu akan disampaikan kepada berbagai pihak di masing-masing negara pengirim relawan, dan setelah itu segera dilakukan semacam pertemuan guna mengkristalisasi gagasan itu menjadi wadah yang lebih kongkrit.

“Kita harapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah pertama pertemuan guna mewujudkan gagasan itu menjadi sebuah kenyataaan, sehingga hal tersebut akan menjadi sebuah tindakan nyata kepedulian masyarakat antarbangsa,” katanya.

Sedangkan Sarbini Abdul Murad menambahkan bahwa agenda kemanusiaan melalui aspek kesehatan itu diharapkan akan disambut oleh masyarakat antarbangsa, sehingga warga Jalur Gaza yang kini sedang menderita, baik karena layanan kesehatan rusak maupun persediaan obat-obatan yang masih terus dibutuhkan, dapat dibantu.

“Gagasan dari inisiatif ini sangat mulia, sehingga kita berharap tidak hanya kalangan medis saja yang peduli, namun juga pemerintah dan rakyat di masing-masing negara,” katanya.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon pekan lalu, seperti dilansir kantor berita trans-nasional menyebut untuk yang keempat kalinya serangan terhadap sekolah yang dikelola PBB itu dalam perang “menyakitkan hati” itu menuntut penyelidikan mendalam atas berbagai dampak agresi itu.

Selama perang itu, sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, kompleks PBB dan ribuan rumah semuanya diserang dan Pemerintah Palestina menyebutkan nilai kerusakan prasarana saja mencapai 476 juta dolar AS.

Sekitar 1.206 warga Palestina termasuk 410 anak-anak tewas sejak Israel mulai melakukan serangan yang paling banyak menelan korban jiwa terhadap wilayah itu 22 Desember , kata para dokter Gaza , yang mengatakan 5.300 orang lainnya cedera.

Mereka yang tewas dalam perang itu juga termasuk 109 wanita, 113 ornag lanjut usia , 14 paramedis dn empat wartawan , kata Kepala Dinas Darurat Gaza, dr Muawiya Hassanein .

Sejak dimulainya operasi itu , 10 serdadu Israel dan tiga warga sipil tewas dalam baku tembak atau serangan-serangan roket. Militer mengatakan lebih dari 700 roket dan peluru mortir telah ditembakkan selama periode itu.

Penghentian aksi kekerasan itu terjadi setelah negara Yahudi itu mendapat janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, yang bakal jadi bagian dari negara Palestina yang akan datang dengan wilayah lebih luas Tepi Barat.

Gencatan senjata itu terjadi kurang dari sebulan sebelum Israel menyelenggarakan Pemilu dan Perdana Menteri (PM) Ehud Omert, yang secara resmi pada musim gugur, menurut rencana akan mengundurkan diri. PM itu, reputasinya hancur akibat perang tahun 2006 di Lebanon yang oleh banyak warga Israel sebagai satu bencana.

TAHUN 2008 LEBIH PANJANG 1 DETIK

Tahun 2008 tidak hanya memiliki tambahan 1 hari pada Bulan Februari, tapi juga mendapat tambahan 1 detik pada tanggal 31 Desember. Dan tambahan berganda itu –yaitu 1 hari dan 1 detik– tidak pernah terjadi sejak Tahun 1992.Dengan tambahan 1 detik di ujung Tahun 2008 maka para ahli akan bernafas lega karena bumi bisa kembali sinkron dengan jam-jam atom, yang memastikan waktu dengan akurat.

Penyesuaian ini perlu dilakukan karena bumi secara bertahap berputar lebih lamban yang disebabkan oleh gerakan gelombang dan pemanasan global. Sebagian besar komputer, sistem posisi global, dan perusahaan telepon selular selalu memeriksa waktu dengan jam atom. Jadi saat mulai menghitung mundur menuju Tahun 2009, jangan lupa untuk menambahkan satu detik.

SOURCE

IBU, TERIMA KASIH UNTUK TETAP MENJADI IBU

soulderoffortuneIbu adalah sosok yang sarat dengan pengorbanan, ketulusan, dan kasih sayang. Kesediaan mereka berkorban untuk melahirkan setelah mengandung selama sembilan bulan dengan perut yang buncit dan keadaan lelah yang bertambah-tambah. Dalam keadaan tidur yang tidak nyenyak, menanti kelahiran dari jam ke jam, menit ke menit dengan penuh rintihan dan erangan rasa sakit serta bertaruh nyawa sebagai perjuangan untuk memberikan jalan kehidupan bagi anaknya. Penantian itu bagaikan menunggu antrian memasuki syurga. Dan dikala melahirkan, kebesaran Allah telah menyelimuti ibu dan anak.

Islam telah menganugerahkan kedudukan mulia kepada perempuan yang menjadi ibu, “Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya”, demikian disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Wanita yang bertarung nyawa saat melahirkan anaknya di beri pahala setara pahala mujahid. Mereka yang menanggung risiko kematian saat melahirkan diberi pahala setara pahala syuhada. Islam juga mengajarkan Ibu sebagai sosok pertama yang harus dihormati anak sebelum ayah seperti digambarkan saat Rasulullah di tanya sahabat siapa orang yang wajib kita hormati pertama kali. Beliau menjawab “ibumu”, “ibumu”, “ibumu” sampai 3 kali baru “bapakmu”.

Islam juga menempatkan posisi dan peran Ibu sebagai tugas utama kaum perempuan. Bahkan untuk menjamin terlaksananya peran ini Islam menetapkan beberapa hukum khusus bagi perempuan, misalnya kebolehan untuk meninggalkan puasa sewaktu hamil dan menyusui, berhenti puasa dan shalat ketika haid dan nifas, hanya boleh digauli suami dalam keadaan suci dari haid dan nifas, penundaan uqubat (sanksi) bagi ibu hamil dan menyusui, serta memberikan hak pengasuhan kepada ibu selama anak masih kecil.

Namun, saat ini kita melihat adanya kecenderungan pada sebagian kaum perempuan yang merasa inferior ketika ‘berprofesi’ sebagai ibu (rumah tangga) saja. Bahkan mungkin kini profesi itu dianggap sebagai bentuk ketidakadilan bagi kaum perempuan. Profesi ibu yang hanya bergelut dalam sektor domestik dianggap tidak bernilai, jauh dari penghargaan dan aktualisasi diri. Sehingga berperan di sektor publik atau menjadi wanita karier yang memberikan penghargaan dalam bentuk materi dan status dianggap lebih menguntungkan bagi kaum perempuan dibandingkan jika harus menghabiskan hari-harinya hanya dengan urusan ‘dapur’, ‘sumur’, dan ‘kasur’? Tidaklah mengherankan jika sekarang juga terdapat anggapan bahwa hanya berada di rumah bersama anak-anak sebagai sebuah penjajahan bagi kaum perempuan dan menjadi Ibu bukanlah jati diri perempuan.

Sebagai seorang laki-laki saya bukanlah seorang yang anti wanita karier, namun bagi saya pengorbanan seorang Ibu tidak akan bisa dibandingkan dengan apapun dan tak akan pernah tergantikan apalagi diabaikan. Keberadaan Ibu sebagai sosok yang memiliki peranan penting dan tak akan tertandingi adalah realitas yang tidak dapat terbantahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sulit untuk menafikan pendapat yang mengatakan bahwa Ibu adalah sekolah yang utama dan pertama bagi anak-anaknya.

Ibu adalah sosok yang sangat dekat, sosok yang pertama kali berinteraksi dengan anak sejak masih dalam kandungan. Bukankah perasaan ibu dikala kehamilan berpengaruh langsung kepada anak? Bukankah detak jantung ibu dirasakan oleh janin? Ketentraman seorang ibu ketika hamil berpengaruh kepada ketenangan janin. Bukankah perkataan yang keluar dari mulut seorang ibu adalah doa dan harapan bagi anak-anaknya? Ketika menyusui, bukankah ibu telah mengajarkan rasa aman? Tatkala menidurkan anak dalam buaian bukankah ibu telah mengajarkan kasih sayang? Saat ibu melatih anak berjalan bukankah ibu telah mengajarkan semangat untuk berjuang? Saat menangani perselisihan anak bukankah ibu mengajarkan keadilan? Ibupun menjadi pendidik yang paling penting agar anaknya memahami kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Dan yang terpenting ibulah yang pertama kali mengajarkan anak tentang Tuhannya, pada siapa dia harus tunduk dan patuh. Terima kasih Ibu, terima kasih karena tetap menjadi matahari bagi keluarga. Selamat Hari Ibu.

KAKI DALAM OTAK

footinthebrainIni mungkin kasus pertama di dunia. Dokter bedah saraf anak di Colorado mengeluarkan kaki kecil yang tumbuh dalam otak pada bayi, Sam Esquibel yang berusia 3 hari. Sam dilahirkan tanggal 1 Oktober 2008 melalui operasi seksio sesaria, setelah pada pemeriksaan USG yang dilakukan pada usia kehamilan 41 minggu menunjukkan adanya gambaran tumor yang berkembang dalam otak fetus.

Tampaknya masih menjadi perdebatan apakah itu suatu ‘foetus in foetu’ atau suatu tumor otak. Dominic Thompson, konsultan bedah anak pada Rumah Sakit Great Ormond London, mengatakan bahwa menurut literatur foetus in foetu kurang dari 100 kasus dan biasanya bukan di otak tapi di bagian tubuh yang lain. Selain itu, ada kemungkinan itu merupakan suatu tumor yang dinamakan teratoma, tumor otak kongenital yang tersusun dari otot, rambut, tulang dan gigi.

Sementara itu, Dr. Paul Grabb, dokter yang melakukan operasi, mengatakan bahwa struktur seperti ini adalah unik, tidak biasa, dan sepertinya tidak pernah terjadi. Grabb mengatakan bahwa laporan pemeriksaan patologi mengidentifikasi massa tersebut sebagai teratoma sebab bentuk yang sempurna dari struktur tersebut yang membedakannya dengan fetus in fetu (janin dalam janin).

Sam masih memerlukan recovery setelah pembedahan dan menunjukkan kelemahan pada satu sisi tubuhnya dan mengalami beberapa gangguan fungsi pada mata. Dia telah menjalani rehabilitasi. Menurut Grab, secara neurologis, Sam diharapkan membaik. Tumor otak sewaktu-waktu dapat tumbuh kembali, jadi dia akan memantau hal tersebut dalam bulan dan tahun mendatang.

UNLAM MENANTI HASIL ASESMEN BAN PT

Unlam-LogoSemua perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus diakreditasi untuk menentukan posisi perguruan tinggi tersebut diantara PT di tanah air. Akreditasi adalah bentuk akuntabilitas kepada publik yang dilakukan secara objektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.

Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Komitmen tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah standar akreditasi. Mutu institusi perguruan tinggi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan keluaran atau layanan institusi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Akan tetapi, kesiapan perguruan tinggi dinilai masih sangat minim. Informasi yang didapat dari dikti org menyatakan bahwa dari 55 perguruan tinggi yang mengikuti akreditasi institusi tahap I, hanya lima di antaranya yang telah meraih nilai sangat baik atau A. Kelima perguruan tinggi itu merupakan universitas yang memang sudah established dan telah memiliki reputasi internasional seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Pada tahun 2008 ini masih banyak perguruan tinggi yang belum berani dinilai. Padahal setiap program studi maupun perguruan tinggi negeri wajib untuk mengikuti akreditasi. Perguruan tinggi bisa kena pidana jika tidak segera memiliki akreditasi. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika perguruan tinggi tidak terakreditasi, maka perguruan tinggi tersebut tidak boleh meluluskan mahasiswa. Ketentuan ini akan efektif berlaku selambat- lambatnya tahun 2012 mendatang. Bahkan, di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan bahkan disebutkan, hanya perguruan tinggi berakreditasi minimal B yang bisa meluluskan mahasiswa (Nah, lho?)

Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) merupakan salah satu PT yang lolos untuk dilakukan site visit (visitasi asesor). Visitasi Unlam telah dilakukan 5-7 Desember 2008 kemarin oleh 5 orang asesor yaitu DR. Ary Samadi (ITB), DR. Ir. Siswadi (IPB), Prof. dr. Abdul Salam M. Sofro, Ph. D, Sp. KT (Yarsi), dan Prof. dr. Sofia Mubarika, Ph. D (UGM). Buat Bapak dan Ibu asesor kami mengucapkan Selamat Idul adha. Mungkin ini kali pertama Bapak/Ibu merayakannya di Banjarmasin.

Assesmen dilakukan terhadap standar akreditasi perguruan tinggi mencakup standar tentang komintmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu:

o Standar 1. Visi dan Misi
o Standar 2. Tatapamong dan Kepemimpinan
o Standar 3. Kemahasiswaan dan Lulusan
o Standar 4. Sumber daya manusia
o Standar 5. Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama
o Standar 6. Pendanaan, Sarana, dan Prasarana
o Standar 7. Sistem Penjaminan Mutu dan Manajemen Informasi

Mutu Unlam merupakan tanggung jawab bersama semua unsur Pimpinan, Dosen, Mahasiswa, maupun Tenaga Kependidikan (Pustakawan, Laboran, Staf Administrasi, dll). Pencapaian tingkat akreditasi yang tinggi adalah hasil kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua unsur tersebut. Semoga Unlam memperoleh harkat yang baik dalam peringkat akreditasi kali ini.

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

shakehandsBagi masyarakat yang telah mengenal tradisi bersalaman, biasanya mereka melakukannya dengan maksud atau beberapa motivasi. Pertama, bersalaman untuk meminta maaf atas kesalahannya. Kedua, bersalaman untuk tanda persahabatan. Ketiga, bersalaman karena kedua belah pihak telah lama tak berjumpa. Keempat, bersalaman karena untuk mempererat tali silaturrahmi. Sejalan dengan motivasi di atas, dalam praktik keseharian, tradisi bersalaman demikian mengakar kuat dilakukan oleh anak kepada orang tua, murid kepada guru, bawahan kepada atasan, dan oleh masing-masing sahabat terdekat.

Tradisi bersalaman dalam kondisi demikian sangat dianjurkan oleh agama. Bahkan ada satu hadis yang menjelaskan tentang terampuninya dosa seseorang yang senantiasa memelihara tradisi bersalaman. ”Bila dua orang muslim saling berjumpa, lalu keduanya bersalaman, kata Nabi SAW, maka kedua orang itu akan diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah.” Dari hadis ini dapat dipahami bahwa bersalaman dalam ajaran agama tak hanya menjadi tradisi. Lebih dari itu, ia telah dilegitimasi oleh nilai nilai agama yang syarat dengan muatan-muatan sakral (ibadah). Bagi yang melakukan kegiatan bersalaman, yang bersangkutan tidak hanya meraih rasa syahdu atau keasyikan yang diluapi kegembiraan, tetapi ia akan memperoleh pahala sekaligus terhapus dosanya.

Di Lebaran Idul Fitri ini, kita merasakan betapa semaraknya kegiatan bersalaman di tengah masyarakat. Di antara mereka memang ada yang dengan tulus dan ikhlas melakukan tradisi bersalaman ini. Mereka tanpa pandang bulu berbaur bersalaman baik dengan anak-anak, tua jompo, miskin dan kaya, dengan harapan dapat saling memaafkan, memperkuat dan membangun kembali tali ukhuwah dan persahabatan.

Di sela-sela kegembiraan dan keikhlasan umat Islam menjalankan tradisi bersalaman, ternyata masih banyak di antara kita yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Bersalaman yang semula bernilai sakral diubah bentuk sehingga kehilangan maknanya. Ia tidak lagi menjadi media ibadah yang dapat mempercepat tali silaturrahmi, tapi menjadi alat kepentingan kelompok terentu untuk mengembangkan relasi yang menarik margin keuntungan. Tak pelak lagi, tradisi bersalaman menjadi sarat dengan muatan materi secara pandang bulu dan menjadi elit. Tradisi bersalaman dilakukan oleh kelompok ini dengan cara membawa parsel atau bingkisan yang berharga mahal, yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak disantuni. Tradisi bersalaman yang demikian, jelas bertentangan dengan misi silaturahmi dan merusak sendi-sendi kebersamaan, karena sikap ini cenderung berpihak kepada kelompok kuat, sementara kaum lemah dilecehkan.

Di Indonesia saat ini,  masih terdapat umat yang mendambakan bantuan sosial dan sentuhan kasih, hendaknya tradisi bersalaman tidak berjalan memihak yang menyebabkan kaum kuat semakin besar kharismanya, sementara kaum kecil semakin terkucil.

Oleh: Drs. Fauzul Iman, M.A disitasi dari Republika
Image from here.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.