Archive for December, 2008|Monthly archive page

IBU, TERIMA KASIH UNTUK TETAP MENJADI IBU

soulderoffortuneIbu adalah sosok yang sarat dengan pengorbanan, ketulusan, dan kasih sayang. Kesediaan mereka berkorban untuk melahirkan setelah mengandung selama sembilan bulan dengan perut yang buncit dan keadaan lelah yang bertambah-tambah. Dalam keadaan tidur yang tidak nyenyak, menanti kelahiran dari jam ke jam, menit ke menit dengan penuh rintihan dan erangan rasa sakit serta bertaruh nyawa sebagai perjuangan untuk memberikan jalan kehidupan bagi anaknya. Penantian itu bagaikan menunggu antrian memasuki syurga. Dan dikala melahirkan, kebesaran Allah telah menyelimuti ibu dan anak.

Islam telah menganugerahkan kedudukan mulia kepada perempuan yang menjadi ibu, “Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya”, demikian disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Wanita yang bertarung nyawa saat melahirkan anaknya di beri pahala setara pahala mujahid. Mereka yang menanggung risiko kematian saat melahirkan diberi pahala setara pahala syuhada. Islam juga mengajarkan Ibu sebagai sosok pertama yang harus dihormati anak sebelum ayah seperti digambarkan saat Rasulullah di tanya sahabat siapa orang yang wajib kita hormati pertama kali. Beliau menjawab “ibumu”, “ibumu”, “ibumu” sampai 3 kali baru “bapakmu”.

Islam juga menempatkan posisi dan peran Ibu sebagai tugas utama kaum perempuan. Bahkan untuk menjamin terlaksananya peran ini Islam menetapkan beberapa hukum khusus bagi perempuan, misalnya kebolehan untuk meninggalkan puasa sewaktu hamil dan menyusui, berhenti puasa dan shalat ketika haid dan nifas, hanya boleh digauli suami dalam keadaan suci dari haid dan nifas, penundaan uqubat (sanksi) bagi ibu hamil dan menyusui, serta memberikan hak pengasuhan kepada ibu selama anak masih kecil.

Namun, saat ini kita melihat adanya kecenderungan pada sebagian kaum perempuan yang merasa inferior ketika ‘berprofesi’ sebagai ibu (rumah tangga) saja. Bahkan mungkin kini profesi itu dianggap sebagai bentuk ketidakadilan bagi kaum perempuan. Profesi ibu yang hanya bergelut dalam sektor domestik dianggap tidak bernilai, jauh dari penghargaan dan aktualisasi diri. Sehingga berperan di sektor publik atau menjadi wanita karier yang memberikan penghargaan dalam bentuk materi dan status dianggap lebih menguntungkan bagi kaum perempuan dibandingkan jika harus menghabiskan hari-harinya hanya dengan urusan ‘dapur’, ‘sumur’, dan ‘kasur’? Tidaklah mengherankan jika sekarang juga terdapat anggapan bahwa hanya berada di rumah bersama anak-anak sebagai sebuah penjajahan bagi kaum perempuan dan menjadi Ibu bukanlah jati diri perempuan.

Sebagai seorang laki-laki saya bukanlah seorang yang anti wanita karier, namun bagi saya pengorbanan seorang Ibu tidak akan bisa dibandingkan dengan apapun dan tak akan pernah tergantikan apalagi diabaikan. Keberadaan Ibu sebagai sosok yang memiliki peranan penting dan tak akan tertandingi adalah realitas yang tidak dapat terbantahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sulit untuk menafikan pendapat yang mengatakan bahwa Ibu adalah sekolah yang utama dan pertama bagi anak-anaknya.

Ibu adalah sosok yang sangat dekat, sosok yang pertama kali berinteraksi dengan anak sejak masih dalam kandungan. Bukankah perasaan ibu dikala kehamilan berpengaruh langsung kepada anak? Bukankah detak jantung ibu dirasakan oleh janin? Ketentraman seorang ibu ketika hamil berpengaruh kepada ketenangan janin. Bukankah perkataan yang keluar dari mulut seorang ibu adalah doa dan harapan bagi anak-anaknya? Ketika menyusui, bukankah ibu telah mengajarkan rasa aman? Tatkala menidurkan anak dalam buaian bukankah ibu telah mengajarkan kasih sayang? Saat ibu melatih anak berjalan bukankah ibu telah mengajarkan semangat untuk berjuang? Saat menangani perselisihan anak bukankah ibu mengajarkan keadilan? Ibupun menjadi pendidik yang paling penting agar anaknya memahami kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Dan yang terpenting ibulah yang pertama kali mengajarkan anak tentang Tuhannya, pada siapa dia harus tunduk dan patuh. Terima kasih Ibu, terima kasih karena tetap menjadi matahari bagi keluarga. Selamat Hari Ibu.

KAKI DALAM OTAK

footinthebrainIni mungkin kasus pertama di dunia. Dokter bedah saraf anak di Colorado mengeluarkan kaki kecil yang tumbuh dalam otak pada bayi, Sam Esquibel yang berusia 3 hari. Sam dilahirkan tanggal 1 Oktober 2008 melalui operasi seksio sesaria, setelah pada pemeriksaan USG yang dilakukan pada usia kehamilan 41 minggu menunjukkan adanya gambaran tumor yang berkembang dalam otak fetus.

Tampaknya masih menjadi perdebatan apakah itu suatu ‘foetus in foetu’ atau suatu tumor otak. Dominic Thompson, konsultan bedah anak pada Rumah Sakit Great Ormond London, mengatakan bahwa menurut literatur foetus in foetu kurang dari 100 kasus dan biasanya bukan di otak tapi di bagian tubuh yang lain. Selain itu, ada kemungkinan itu merupakan suatu tumor yang dinamakan teratoma, tumor otak kongenital yang tersusun dari otot, rambut, tulang dan gigi.

Sementara itu, Dr. Paul Grabb, dokter yang melakukan operasi, mengatakan bahwa struktur seperti ini adalah unik, tidak biasa, dan sepertinya tidak pernah terjadi. Grabb mengatakan bahwa laporan pemeriksaan patologi mengidentifikasi massa tersebut sebagai teratoma sebab bentuk yang sempurna dari struktur tersebut yang membedakannya dengan fetus in fetu (janin dalam janin).

Sam masih memerlukan recovery setelah pembedahan dan menunjukkan kelemahan pada satu sisi tubuhnya dan mengalami beberapa gangguan fungsi pada mata. Dia telah menjalani rehabilitasi. Menurut Grab, secara neurologis, Sam diharapkan membaik. Tumor otak sewaktu-waktu dapat tumbuh kembali, jadi dia akan memantau hal tersebut dalam bulan dan tahun mendatang.

UNLAM MENANTI HASIL ASESMEN BAN PT

Unlam-LogoSemua perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus diakreditasi untuk menentukan posisi perguruan tinggi tersebut diantara PT di tanah air. Akreditasi adalah bentuk akuntabilitas kepada publik yang dilakukan secara objektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.

Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Komitmen tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah standar akreditasi. Mutu institusi perguruan tinggi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan keluaran atau layanan institusi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Akan tetapi, kesiapan perguruan tinggi dinilai masih sangat minim. Informasi yang didapat dari dikti org menyatakan bahwa dari 55 perguruan tinggi yang mengikuti akreditasi institusi tahap I, hanya lima di antaranya yang telah meraih nilai sangat baik atau A. Kelima perguruan tinggi itu merupakan universitas yang memang sudah established dan telah memiliki reputasi internasional seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Pada tahun 2008 ini masih banyak perguruan tinggi yang belum berani dinilai. Padahal setiap program studi maupun perguruan tinggi negeri wajib untuk mengikuti akreditasi. Perguruan tinggi bisa kena pidana jika tidak segera memiliki akreditasi. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika perguruan tinggi tidak terakreditasi, maka perguruan tinggi tersebut tidak boleh meluluskan mahasiswa. Ketentuan ini akan efektif berlaku selambat- lambatnya tahun 2012 mendatang. Bahkan, di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan bahkan disebutkan, hanya perguruan tinggi berakreditasi minimal B yang bisa meluluskan mahasiswa (Nah, lho?)

Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) merupakan salah satu PT yang lolos untuk dilakukan site visit (visitasi asesor). Visitasi Unlam telah dilakukan 5-7 Desember 2008 kemarin oleh 5 orang asesor yaitu DR. Ary Samadi (ITB), DR. Ir. Siswadi (IPB), Prof. dr. Abdul Salam M. Sofro, Ph. D, Sp. KT (Yarsi), dan Prof. dr. Sofia Mubarika, Ph. D (UGM). Buat Bapak dan Ibu asesor kami mengucapkan Selamat Idul adha. Mungkin ini kali pertama Bapak/Ibu merayakannya di Banjarmasin.

Assesmen dilakukan terhadap standar akreditasi perguruan tinggi mencakup standar tentang komintmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu:

o Standar 1. Visi dan Misi
o Standar 2. Tatapamong dan Kepemimpinan
o Standar 3. Kemahasiswaan dan Lulusan
o Standar 4. Sumber daya manusia
o Standar 5. Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama
o Standar 6. Pendanaan, Sarana, dan Prasarana
o Standar 7. Sistem Penjaminan Mutu dan Manajemen Informasi

Mutu Unlam merupakan tanggung jawab bersama semua unsur Pimpinan, Dosen, Mahasiswa, maupun Tenaga Kependidikan (Pustakawan, Laboran, Staf Administrasi, dll). Pencapaian tingkat akreditasi yang tinggi adalah hasil kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua unsur tersebut. Semoga Unlam memperoleh harkat yang baik dalam peringkat akreditasi kali ini.