Archive for July 7th, 2007|Daily archive page
SEXTUPLETS
Penanggalan hari ini kalau disusun tentu akan menjadi angka kembar tiga (triplet) yang unik 07-07-07. Nah, bagaimana seandainya kalau seorang wanita melahirkan anak kembar tiga (triplet) atau lebih, seperti yang terjadi baru-baru ini di USA. Dalam waktu tidak berselang satu hari terjadi dua kali kelahiran kembar, bukan hanya tiga tapi kembar enam (sextuplet) dari dua ibu yang berbeda. Brianna Morrison, 24 tahun, melahirkan bayi kembar enam di Minneapolis, Minnesota. Sekitar 10 jam kemudian, Jenny Masche, 32 tahun, melahirkan bayi kembar enam di Phoenix, Arizona melalui operasi sesar. Semua bayi Masche selamat, sedangkan bayi Morrison hanya 2 yang selamat.
Peristiwa kelahiran bayi kembar enam memang bukan yang pertama terjadi, namun tetap merupakan peristiwa langka. Pada umumnya insidensi kehamilan kembar dibandingkan seluruh kehamilan adalah: kembar dua (twin, gemelli) 1:80, kembar tiga (triplet) 1:6400, kembar empat (kuadruplet) 1:512,200, kembar lima (quintiplet) 1:40.960.000, dan kembar enam (sextuplet) 1:3.276.800.000. Angka tersebut kira-kira sesuai dengan hukum Hellin yang menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan kembar dan tunggal adalah 1:89, untuk triplet 1:(89)2, untuk kuadruplet 1:(89)3 dan seterusnya.
Semakin banyak anak kembar yang dilahirkan maka akan semakin besar risiko yang mungkin ditimbulkan. Sextuplet pertama yang selamat adalah bayi yang lahir di Afrika Selatan pada tahun 1974. Sampai saat ini dari 176 pasang sextuplet yang tercatat hanya 32 pasang sextuplet yang hidup, satu di antaranya berasal dari Indonesia. Sextuplet asal Indonesia tersebut dilahirkan di Singapura pada 29 Nopember 1998 dari pasangan Andre Prijono dan Susan Tjokrosetio yang sedang menjalani terapi fertilitas di Gleneagles Hospital
Sextuplet merupakan campuran antara jenis kembar fraternal dan kembar identik, tapi sekitar 99% sextuplet adalah fraternal dan hampir semuanya berawal dari terapi infertilitas. Terapi infertilitas merupakan faktor yang meningkatkan kejadian multiple birth (kembar tiga atau lebih) selain faktor ras, usia, jumlah anak sebelumnya (paritas), dan hereditas.
Terapi fertilitas biasanya diberikan kepada pasangan-pasangan yang ingin mempunyai anak. Ada 2 macam terapi fertilitas yaitu terapi hormonal dan teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART). Terapi hormonal, biasanya menggunakan obat hormon seperti clomiphene citrate, human menopausal gonadotropin, dan human chorionic gonadotropin, ditujukan untuk menginduksi indung telur untuk menghasilkan sel telur, merangsang indung telur untuk melepaskan sel telur yang telah matang, serta merangsang pematangan sel telur berkembang secara sempurna. Jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi hormon, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa menjadi banyak, bahkan sampai lima atau enam. Obat-obat tersebut juga dipergunakan saat terapi fertilitas dengan ART pada pasangan infertil.
Tingkat kesehatan multiple birth jelas berbeda dengan bayi yang lahir normal. Pertumbuhan janin yang multiple dalam rahim menyebabkan kondisi organ tubuhnya pun jelas tidak matang dan beratnya di bawah standar. Hal ini meningkatkan ancaman kelahiran prematur. Angka kematian setelah dilahirkan pun lebih tinggi dari pada anak kehamilan tunggal. Oleh karena itu, sungguh merupakan anugerah yang terindah apabila dikarunia anak kembar apalagi semuanya dilahirkan dengan selamat.
Image is adapted from here.
Comments (37)



