Archive for April 9th, 2007|Daily archive page
WINDOW OF OPPORTUNITY
Tumbuh kembang otak pada bayi melalui beberapa tahap yang kritis yang dikenal sebagai window of opportunity. Menurut John Ratey dalam bukunya a user’s guide to the brain, suatu saat akan terjadi di mana koneksi sel-sel saraf untuk fungsi tertentu amat reseptif terhadap input yang masuk. Sekali window tersebut tertutup, maka koneksi sel-sel saraf akan berjalan secara otomatis sesuai dengan input-input yang pernah ada. Menjadi amat efektif jika sering digunakan atau tidak mampu berfungsi sama sekali jika ia tidak pernah mendapat input.
Otak adalah bagian tubuh manusia yang menempati fungsi penting dan telah lama mendapat perhatian dari para ilmuwan. Otak berfungsi penting dalam pengaturan tidur, kognitif, memori, dan fungsi sensorik-motorik. Organ yang mempunyai berat sekitar 1450 g sampai 1600 g, telah menarik berbagai disiplin ilmu untuk membedah dan menguak rahasia yang tersembunyi di dalam mesin molekuler ini. Walau masih serba sedikit, berbagai temuan telah membantu kita untuk memahami bagaimana proses kerja otak dan kaitannya dengan aktifitas manusia.
Periode window of opportunity salah satu temuan penting saat ini. Periode ini amat rentan terhadap kerusakan yang bersifat irreversibel. Selain itu, menjadi kesempatan terbaik yang harus dimanfaatkan oleh para orang tua untuk memodifikasi input yang akan diberikan kepada anak. Kisah mengenai closet kids, anak-anak yang dikurung di kamar mandi oleh orang tua mereka yang psikosis, menjadi bukti amat kuat untuk mendukung rentannya window of opportunity tersebut. Jendela kesempatan untuk bahasa mulai usia 2 tahun dan tertutup pada usia 6 tahun. Sementara itu, kemampuan logika dan matematika mulai sekitar 3 tahun dan tertutup pada usia 6 tahun. Anak-anak yang tumbuh tanpa pernah mendengarkan percakapan manusia, akhirnya tidak pernah mampu untuk berbicara dan berbahasa dengan bunyi dan gramatikal yang benar. Meskipun telah melalui latihan yang panjang dan jalan lain di otak mereka melakukan kompensasi, secara tragis mereka tidak pernah bisa berbicara dan berbahasa dengan baik, karena mereka telah melewati periode untuk tumbuh kembang bicara dan berbahasa.
Selain dalam hal bahasa, plastisitas otak untuk fungsi sensorik dan motorik juga amat tergantung pada periode kritis window of opportunity. Jendela kesempatan bagi fungsi sensorik tersebut terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Begitu pula untuk motorik, mulai sebelum kelahiran sampai dengan 2 tahun pertama kelahiran. Bila seorang anak tidak pernah menggerakan lengan kanannya sampai usia 2 tahun, maka selamanya lengan tersebut akan lumpuh.
Fungsi visual juga memiliki window of opportunity sendiri yakni 6 bulan, sementara jendela kesempatan untuk fungsi emosi dan social attachment terletak pada rentang usia antara 10-18 bulan. Karena itu, orang tua harus sering membelai bayinya dengan lembut, agar produksi serotonin, neurotransmitter yang mengontrol perilaku agressif, diproduksi lebih banyak dan memberikan input yang baik bagi koneksi sel-sel saraf yang mengatur fungsi emosi.
Image adapted from here.
Comments (27)



