Depkes Belum Pernah Keluarkan Izin untuk Dokter Asing
Hingga saat ini, Departemen Kesehatan belum pernah menerima atau pun mengeluarkan izin praktik untuk dokter asing yang membuka praktik secara individu.
“Kalau ditemukan ada yang membuka praktik individu, maka dokter asing tersebut berarti telah membuka praktik ilegal dan harus secepatnya dikenai sanksi tegas, dideportasi dari Indonesia,” ujar Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, saat ditemui di sela-sela acara peresmian 27 desa siaga dan tujuh gedung pos kesehatan desa di Balai Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Kamis (28/5).
Saat ini, dokter asing yang ada di Indonesia biasanya berpraktik di rumah sakit asing. Izin praktik dokter-dokter yang ada di dalamnya biasanya langsung diajukan oleh rumah sakit yang bersangkutan.
Sumber: Kompas
MER-C INDONESIA GAGAS GMI INITIATIVE
Guna lebih terjalinnya koordinasi bantuan kesehatan bagi warga Palestina yang mengalami luka-luka di Jalur Gaza yang menjadi korban agresi Israel, jumlahnya ribuan jiwa, relawan Indonesia dari “Medical Emergency Rescue Commite” (MER-C) Indonesia bersama relawan dari beberapa negara menggagas lahirnya “Gaza Medical International Initiative” (GMII).
Penjelasan itu diungkapkan dua relawan yakni dr Jose Rizal Jurnalis SpOT, anggota Presidium MER-C Indonesia dan Ketua Presidium dr Sarbini Abdul Murad, demikian dilaporkan wartawan ANTARA Andi Jauhari, Ahad (25/1)
Dalam perjalanan dari Kota Gaza, Palestina menuju Kota Rafah, perbatasan Jalur Gaza-Mesir –setelah sepekan (19-24/1) bertugas membantu penanganan korban yang luka akibat serangan Israel di rumah sakit (RS) As-Shifa Kota Gaza–pada Sabtu (24/1), dikemukakan inisiatif itu lahir dari perbincangan sejumlah dokter beberapa negara saat berada di RS itu.
Jose Rizal Jurnalis menjelaskan bahwa beberapa negara itu adalah Indonesia, Suriah, Turki, Sudah dan Aljazair, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh beberapa negara lain, yang telah mengirimkan relawannya membantu menangani korban luka di sejumlah RS di Jalur Gaza.
Menurut dia, sebagai langkah awal, gagasan itu akan disampaikan kepada berbagai pihak di masing-masing negara pengirim relawan, dan setelah itu segera dilakukan semacam pertemuan guna mengkristalisasi gagasan itu menjadi wadah yang lebih kongkrit.
“Kita harapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah pertama pertemuan guna mewujudkan gagasan itu menjadi sebuah kenyataaan, sehingga hal tersebut akan menjadi sebuah tindakan nyata kepedulian masyarakat antarbangsa,” katanya.
Sedangkan Sarbini Abdul Murad menambahkan bahwa agenda kemanusiaan melalui aspek kesehatan itu diharapkan akan disambut oleh masyarakat antarbangsa, sehingga warga Jalur Gaza yang kini sedang menderita, baik karena layanan kesehatan rusak maupun persediaan obat-obatan yang masih terus dibutuhkan, dapat dibantu.
“Gagasan dari inisiatif ini sangat mulia, sehingga kita berharap tidak hanya kalangan medis saja yang peduli, namun juga pemerintah dan rakyat di masing-masing negara,” katanya.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon pekan lalu, seperti dilansir kantor berita trans-nasional menyebut untuk yang keempat kalinya serangan terhadap sekolah yang dikelola PBB itu dalam perang “menyakitkan hati” itu menuntut penyelidikan mendalam atas berbagai dampak agresi itu.
Selama perang itu, sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, kompleks PBB dan ribuan rumah semuanya diserang dan Pemerintah Palestina menyebutkan nilai kerusakan prasarana saja mencapai 476 juta dolar AS.
Sekitar 1.206 warga Palestina termasuk 410 anak-anak tewas sejak Israel mulai melakukan serangan yang paling banyak menelan korban jiwa terhadap wilayah itu 22 Desember , kata para dokter Gaza , yang mengatakan 5.300 orang lainnya cedera.
Mereka yang tewas dalam perang itu juga termasuk 109 wanita, 113 ornag lanjut usia , 14 paramedis dn empat wartawan , kata Kepala Dinas Darurat Gaza, dr Muawiya Hassanein .
Sejak dimulainya operasi itu , 10 serdadu Israel dan tiga warga sipil tewas dalam baku tembak atau serangan-serangan roket. Militer mengatakan lebih dari 700 roket dan peluru mortir telah ditembakkan selama periode itu.
Penghentian aksi kekerasan itu terjadi setelah negara Yahudi itu mendapat janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, yang bakal jadi bagian dari negara Palestina yang akan datang dengan wilayah lebih luas Tepi Barat.
Gencatan senjata itu terjadi kurang dari sebulan sebelum Israel menyelenggarakan Pemilu dan Perdana Menteri (PM) Ehud Omert, yang secara resmi pada musim gugur, menurut rencana akan mengundurkan diri. PM itu, reputasinya hancur akibat perang tahun 2006 di Lebanon yang oleh banyak warga Israel sebagai satu bencana.
TAHUN 2008 LEBIH PANJANG 1 DETIK
Tahun 2008 tidak hanya memiliki tambahan 1 hari pada Bulan Februari, tapi juga mendapat tambahan 1 detik pada tanggal 31 Desember. Dan tambahan berganda itu –yaitu 1 hari dan 1 detik– tidak pernah terjadi sejak Tahun 1992.Dengan tambahan 1 detik di ujung Tahun 2008 maka para ahli akan bernafas lega karena bumi bisa kembali sinkron dengan jam-jam atom, yang memastikan waktu dengan akurat.
Penyesuaian ini perlu dilakukan karena bumi secara bertahap berputar lebih lamban yang disebabkan oleh gerakan gelombang dan pemanasan global. Sebagian besar komputer, sistem posisi global, dan perusahaan telepon selular selalu memeriksa waktu dengan jam atom. Jadi saat mulai menghitung mundur menuju Tahun 2009, jangan lupa untuk menambahkan satu detik.
IBU, TERIMA KASIH UNTUK TETAP MENJADI IBU
Ibu adalah sosok yang sarat dengan pengorbanan, ketulusan, dan kasih sayang. Kesediaan mereka berkorban untuk melahirkan setelah mengandung selama sembilan bulan dengan perut yang buncit dan keadaan lelah yang bertambah-tambah. Dalam keadaan tidur yang tidak nyenyak, menanti kelahiran dari jam ke jam, menit ke menit dengan penuh rintihan dan erangan rasa sakit serta bertaruh nyawa sebagai perjuangan untuk memberikan jalan kehidupan bagi anaknya. Penantian itu bagaikan menunggu antrian memasuki syurga. Dan dikala melahirkan, kebesaran Allah telah menyelimuti ibu dan anak.
Islam telah menganugerahkan kedudukan mulia kepada perempuan yang menjadi ibu, “Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya”, demikian disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Wanita yang bertarung nyawa saat melahirkan anaknya di beri pahala setara pahala mujahid. Mereka yang menanggung risiko kematian saat melahirkan diberi pahala setara pahala syuhada. Islam juga mengajarkan Ibu sebagai sosok pertama yang harus dihormati anak sebelum ayah seperti digambarkan saat Rasulullah di tanya sahabat siapa orang yang wajib kita hormati pertama kali. Beliau menjawab “ibumu”, “ibumu”, “ibumu” sampai 3 kali baru “bapakmu”.
Islam juga menempatkan posisi dan peran Ibu sebagai tugas utama kaum perempuan. Bahkan untuk menjamin terlaksananya peran ini Islam menetapkan beberapa hukum khusus bagi perempuan, misalnya kebolehan untuk meninggalkan puasa sewaktu hamil dan menyusui, berhenti puasa dan shalat ketika haid dan nifas, hanya boleh digauli suami dalam keadaan suci dari haid dan nifas, penundaan uqubat (sanksi) bagi ibu hamil dan menyusui, serta memberikan hak pengasuhan kepada ibu selama anak masih kecil.
Namun, saat ini kita melihat adanya kecenderungan pada sebagian kaum perempuan yang merasa inferior ketika ‘berprofesi’ sebagai ibu (rumah tangga) saja. Bahkan mungkin kini profesi itu dianggap sebagai bentuk ketidakadilan bagi kaum perempuan. Profesi ibu yang hanya bergelut dalam sektor domestik dianggap tidak bernilai, jauh dari penghargaan dan aktualisasi diri. Sehingga berperan di sektor publik atau menjadi wanita karier yang memberikan penghargaan dalam bentuk materi dan status dianggap lebih menguntungkan bagi kaum perempuan dibandingkan jika harus menghabiskan hari-harinya hanya dengan urusan ‘dapur’, ‘sumur’, dan ‘kasur’? Tidaklah mengherankan jika sekarang juga terdapat anggapan bahwa hanya berada di rumah bersama anak-anak sebagai sebuah penjajahan bagi kaum perempuan dan menjadi Ibu bukanlah jati diri perempuan.
Sebagai seorang laki-laki saya bukanlah seorang yang anti wanita karier, namun bagi saya pengorbanan seorang Ibu tidak akan bisa dibandingkan dengan apapun dan tak akan pernah tergantikan apalagi diabaikan. Keberadaan Ibu sebagai sosok yang memiliki peranan penting dan tak akan tertandingi adalah realitas yang tidak dapat terbantahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Sulit untuk menafikan pendapat yang mengatakan bahwa Ibu adalah sekolah yang utama dan pertama bagi anak-anaknya.
Ibu adalah sosok yang sangat dekat, sosok yang pertama kali berinteraksi dengan anak sejak masih dalam kandungan. Bukankah perasaan ibu dikala kehamilan berpengaruh langsung kepada anak? Bukankah detak jantung ibu dirasakan oleh janin? Ketentraman seorang ibu ketika hamil berpengaruh kepada ketenangan janin. Bukankah perkataan yang keluar dari mulut seorang ibu adalah doa dan harapan bagi anak-anaknya? Ketika menyusui, bukankah ibu telah mengajarkan rasa aman? Tatkala menidurkan anak dalam buaian bukankah ibu telah mengajarkan kasih sayang? Saat ibu melatih anak berjalan bukankah ibu telah mengajarkan semangat untuk berjuang? Saat menangani perselisihan anak bukankah ibu mengajarkan keadilan? Ibupun menjadi pendidik yang paling penting agar anaknya memahami kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Dan yang terpenting ibulah yang pertama kali mengajarkan anak tentang Tuhannya, pada siapa dia harus tunduk dan patuh. Terima kasih Ibu, terima kasih karena tetap menjadi matahari bagi keluarga. Selamat Hari Ibu.
KAKI DALAM OTAK
Ini mungkin kasus pertama di dunia. Dokter bedah saraf anak di Colorado mengeluarkan kaki kecil yang tumbuh dalam otak pada bayi, Sam Esquibel yang berusia 3 hari. Sam dilahirkan tanggal 1 Oktober 2008 melalui operasi seksio sesaria, setelah pada pemeriksaan USG yang dilakukan pada usia kehamilan 41 minggu menunjukkan adanya gambaran tumor yang berkembang dalam otak fetus.
Tampaknya masih menjadi perdebatan apakah itu suatu ‘foetus in foetu’ atau suatu tumor otak. Dominic Thompson, konsultan bedah anak pada Rumah Sakit Great Ormond London, mengatakan bahwa menurut literatur foetus in foetu kurang dari 100 kasus dan biasanya bukan di otak tapi di bagian tubuh yang lain. Selain itu, ada kemungkinan itu merupakan suatu tumor yang dinamakan teratoma, tumor otak kongenital yang tersusun dari otot, rambut, tulang dan gigi.
Sementara itu, Dr. Paul Grabb, dokter yang melakukan operasi, mengatakan bahwa struktur seperti ini adalah unik, tidak biasa, dan sepertinya tidak pernah terjadi. Grabb mengatakan bahwa laporan pemeriksaan patologi mengidentifikasi massa tersebut sebagai teratoma sebab bentuk yang sempurna dari struktur tersebut yang membedakannya dengan fetus in fetu (janin dalam janin).
Sam masih memerlukan recovery setelah pembedahan dan menunjukkan kelemahan pada satu sisi tubuhnya dan mengalami beberapa gangguan fungsi pada mata. Dia telah menjalani rehabilitasi. Menurut Grab, secara neurologis, Sam diharapkan membaik. Tumor otak sewaktu-waktu dapat tumbuh kembali, jadi dia akan memantau hal tersebut dalam bulan dan tahun mendatang.
UNLAM MENANTI HASIL ASESMEN BAN PT
Semua perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus diakreditasi untuk menentukan posisi perguruan tinggi tersebut diantara PT di tanah air. Akreditasi adalah bentuk akuntabilitas kepada publik yang dilakukan secara objektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.
Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Komitmen tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah standar akreditasi. Mutu institusi perguruan tinggi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan keluaran atau layanan institusi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Akan tetapi, kesiapan perguruan tinggi dinilai masih sangat minim. Informasi yang didapat dari dikti org menyatakan bahwa dari 55 perguruan tinggi yang mengikuti akreditasi institusi tahap I, hanya lima di antaranya yang telah meraih nilai sangat baik atau A. Kelima perguruan tinggi itu merupakan universitas yang memang sudah established dan telah memiliki reputasi internasional seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Pada tahun 2008 ini masih banyak perguruan tinggi yang belum berani dinilai. Padahal setiap program studi maupun perguruan tinggi negeri wajib untuk mengikuti akreditasi. Perguruan tinggi bisa kena pidana jika tidak segera memiliki akreditasi. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika perguruan tinggi tidak terakreditasi, maka perguruan tinggi tersebut tidak boleh meluluskan mahasiswa. Ketentuan ini akan efektif berlaku selambat- lambatnya tahun 2012 mendatang. Bahkan, di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan bahkan disebutkan, hanya perguruan tinggi berakreditasi minimal B yang bisa meluluskan mahasiswa (Nah, lho?)
Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) merupakan salah satu PT yang lolos untuk dilakukan site visit (visitasi asesor). Visitasi Unlam telah dilakukan 5-7 Desember 2008 kemarin oleh 5 orang asesor yaitu DR. Ary Samadi (ITB), DR. Ir. Siswadi (IPB), Prof. dr. Abdul Salam M. Sofro, Ph. D, Sp. KT (Yarsi), dan Prof. dr. Sofia Mubarika, Ph. D (UGM). Buat Bapak dan Ibu asesor kami mengucapkan Selamat Idul adha. Mungkin ini kali pertama Bapak/Ibu merayakannya di Banjarmasin.
Assesmen dilakukan terhadap standar akreditasi perguruan tinggi mencakup standar tentang komintmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu:
o Standar 1. Visi dan Misi
o Standar 2. Tatapamong dan Kepemimpinan
o Standar 3. Kemahasiswaan dan Lulusan
o Standar 4. Sumber daya manusia
o Standar 5. Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama
o Standar 6. Pendanaan, Sarana, dan Prasarana
o Standar 7. Sistem Penjaminan Mutu dan Manajemen Informasi
Mutu Unlam merupakan tanggung jawab bersama semua unsur Pimpinan, Dosen, Mahasiswa, maupun Tenaga Kependidikan (Pustakawan, Laboran, Staf Administrasi, dll). Pencapaian tingkat akreditasi yang tinggi adalah hasil kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua unsur tersebut. Semoga Unlam memperoleh harkat yang baik dalam peringkat akreditasi kali ini.
SELAMAT IDUL FITRI 1429 H
Bagi masyarakat yang telah mengenal tradisi bersalaman, biasanya mereka melakukannya dengan maksud atau beberapa motivasi. Pertama, bersalaman untuk meminta maaf atas kesalahannya. Kedua, bersalaman untuk tanda persahabatan. Ketiga, bersalaman karena kedua belah pihak telah lama tak berjumpa. Keempat, bersalaman karena untuk mempererat tali silaturrahmi. Sejalan dengan motivasi di atas, dalam praktik keseharian, tradisi bersalaman demikian mengakar kuat dilakukan oleh anak kepada orang tua, murid kepada guru, bawahan kepada atasan, dan oleh masing-masing sahabat terdekat.
Tradisi bersalaman dalam kondisi demikian sangat dianjurkan oleh agama. Bahkan ada satu hadis yang menjelaskan tentang terampuninya dosa seseorang yang senantiasa memelihara tradisi bersalaman. ”Bila dua orang muslim saling berjumpa, lalu keduanya bersalaman, kata Nabi SAW, maka kedua orang itu akan diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah.” Dari hadis ini dapat dipahami bahwa bersalaman dalam ajaran agama tak hanya menjadi tradisi. Lebih dari itu, ia telah dilegitimasi oleh nilai nilai agama yang syarat dengan muatan-muatan sakral (ibadah). Bagi yang melakukan kegiatan bersalaman, yang bersangkutan tidak hanya meraih rasa syahdu atau keasyikan yang diluapi kegembiraan, tetapi ia akan memperoleh pahala sekaligus terhapus dosanya.
Di Lebaran Idul Fitri ini, kita merasakan betapa semaraknya kegiatan bersalaman di tengah masyarakat. Di antara mereka memang ada yang dengan tulus dan ikhlas melakukan tradisi bersalaman ini. Mereka tanpa pandang bulu berbaur bersalaman baik dengan anak-anak, tua jompo, miskin dan kaya, dengan harapan dapat saling memaafkan, memperkuat dan membangun kembali tali ukhuwah dan persahabatan.
Di sela-sela kegembiraan dan keikhlasan umat Islam menjalankan tradisi bersalaman, ternyata masih banyak di antara kita yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Bersalaman yang semula bernilai sakral diubah bentuk sehingga kehilangan maknanya. Ia tidak lagi menjadi media ibadah yang dapat mempercepat tali silaturrahmi, tapi menjadi alat kepentingan kelompok terentu untuk mengembangkan relasi yang menarik margin keuntungan. Tak pelak lagi, tradisi bersalaman menjadi sarat dengan muatan materi secara pandang bulu dan menjadi elit. Tradisi bersalaman dilakukan oleh kelompok ini dengan cara membawa parsel atau bingkisan yang berharga mahal, yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak disantuni. Tradisi bersalaman yang demikian, jelas bertentangan dengan misi silaturahmi dan merusak sendi-sendi kebersamaan, karena sikap ini
Cenderung berpihak kepada kelompok kuat, sementara kaum lemah dilecehkan. Dalam negara kita yang masih terdapat umat yang mendambakan bantuan sosial dan sentuhan kasih, hendaknya tradisi bersalaman tidak berjalan memihak yang menyebabkan kaum kuat semakin besar kharismanya, sementara kaum kecil semakin terkucil.
Oleh: Drs. Fauzul Iman, M.A disitasi dari Republika
Image from here.
TETAP FIT SELAMA PUASA
Marhaban ya Ramadhan, kaum muslimin di segenap penjuru dunia telah memasuki bulan kemuliaan yakni bulan Ramadhan. Pada bulan ini kaum muslimin yang telah akil baligh diwajibkan untuk menunaikan ibadah yang isimewa yaitu ibadah puasa .
Puasa atau shiyam secara syar’i bermakna menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai Maghrib. Selama berpuasa tidak ada asupan makanan dan minuman sehingga adalah hal yang wajar jika kadang muncul rasa lemas dan merasa lapar.
Rasa lapar selama puasa tentu tidak dapat dihilangkan sama sekali dan bahkan ada hikmah yang terkandung di balik ‘rasa lapar’ tersebut yaitu menumbuhkan rasa empati, memupuk rasa peduli terhadap orang miskin yang laparnya hampir sepanjang waktu. Namun kita tentu menginginkan bahwa ibadah puasa tidak menghambat kita dalam beraktivitas dan tetap bersemangat. Untuk itu, kita perlu mengetahui beberapa kiat berikut ini.
Yang pertama, kesungguhan niat untuk berpuasa. Kualitas pekerjaan seseorang sangat ditentukan oleh kualitas niatnya. Begitu juga dengan berpuasa. Kita diminta untuk memasang niat sebelum berpuasa yang akan melahirkan sebuah dorongan kuat untuk melaksanakan puasa dalam arti yang utuh, yaitu bukan sekedar mengendalikan lapar dan haus sejak fajar hingga matahari terbenam, namun juga mengendalikan seluruh anggota diri kita dan hati kita untuk patuh kepada-Nya. Dari sini kita beranjak bahwa setiap aktifitas kita di dunia ini tidak boleh terlepas dari pemahaman kita akan mengharapkan keridhaan-Nya.
Kualitas niat merupakan ketetapan dan kesungguhan hati untuk melaksanakan sesuatu disandarkan pada Allah swt semata. Secara medis, niat merupakan bagian fungsi luhur yang akan memengaruhi kerja otak. Otaklah yang mengendalikan semua perangkat kerja di dalam tubuh. Niat yang berkualitas akan menghantarkan kita menggapai hikmah puasa seperti yang disebutkan dalam Al-Quran agar kaum mukminin tersebut dapat menjadi orang-orang yang bertaqwa (Q.S Al-Baqarah: 183); puasa itu sangat baik bagi kaum mukminin, jika dipelajari (Q.S Al-Baqarah: 184); agar kaum mukmin tersebut menjadi orang-orang yang bersyukur (Q.S. Al-Baqarah: 185); agar kaum mukminin tersebut menjadi kaum yang selalu berjalan di jalan yang lurus (Q.S Al Baqarah: 186); dan agar kaum mukminin tersebut menjadi kaum yang selalu terpelihara (dari berbuat kejahatan) (Al-Baqarah: 187).
Yang kedua, agar tetap bersemangat dalam beraktifitas saat puasa diperlukan pengetahuan tentang pengaturan makanan selama bulan ramadhan dan pengelolaan aktifitas selama berpuasa yang membantu kita tetap berdaya (fit). Yang membuat tubuh tetap fit adalah energi yang berasal dari makanan yang kita makan. Salah satu sumber energi yang efisien bagi tubuh adalah gula atau glukosa yang terdapat dalam darah. Setelah makan, bahan bakar yang kita konsumsi akan segera diolah di dalam sel untuk memenuhi kebutuhan energi. Oleh karena itu, jika gula darah rendah kita jadi lemas.
Satu jam setelah makan sahur kadar gula darah memuncak, kemudian menurun seiring dengan pengolahan gula menjadi bentuk simpanan bahan bakar (glikogen) oleh jaringan di hati. Dua jam kemudian, kadar kembali ke rentang puasa (antara 80 sampai 100 mg/dL). Pada saat ini, suplai energi diambil alih oleh hati dengan memecah glikogen hati menjadi gula. Ternyata glikogen hati dapat menjadi sumber gula darah untuk kebutuhan otak selama 12 jam sampai 16 jam. Dengan demikian, puasa Ramadhan yang hanya sekitar 14 jam tidaklah mengganggu kesehatan.
Sumber utama glukosa darah berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, gandum,singkong, jagung. Meskipun lemak dan protein dapat diubah menjadi energi akan tetapi energi jangka pendek yang terbaik berasal dari karbohidrat.
Dalam perencanaan makanan, jumlah asupan kalori sehari selama bulan puasa kira-kira sama dengan jumlah asupan kalori sehari-hari. Perlu diperhatikan, dari 2.500 Kalori yang kita butuhkan sehari 65 persen energi sebaiknya berasal dari karbohidrat. Sisanya, berasal dari lemak (30 persen) dan protein (15 persen).
Pembagian porsi makan yang dianjurkan adalah 40 persen dikonsumsi waktu makan sahur, 50 persen waktu berbuka, dan 10 persen malam sebelum tidur (sesudah shalat tarawih). Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walaupun menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak,vitamin, dan mineral.
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kita tinggal di wilayah tropis, disadari maupun tidak disadari tubuh kita cenderung lebih banyak kehilangan cairan. Kecukupan cairan perlu dipenuhi dengan minum tidak kurang dari 1500 ml (7-8 gelas) sehari, terdiri dari 2-3 gelas waktu sahur dan 5 gelas dari buka sampai sebelum tidur.
Makan sahur sebaiknya dilambatkan sebagaimana yang juga disunnahkan oleh Rasulullah. Pada saat ini, sangat dianjurkan menyediakan makanan yang mengandung serat sebab mampu memperlambat pengosongan lambung dan memperlambat penyerapan glukosa oleh usus.
Kita juga dapat melakukan aktifitas fisik sehari-hari dengan wajar. Jika ingin berolahraga maka dapat saja dilakukan dengan memperhatikan waktu, jenis, dan intensitasnya. Alternatif waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah jangan dilakukan menjelang waktu berbuka, dengan asumsi bahwa persediaan energi sudah mulai berkurang. Saat yang tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah seusai shalat Tarawih.
Seperti diketahui bahwa kelebihan kalori dari makanan yang dikonsumsi akan disimpan, terutama sebagai lemak dalam jaringan lemak. Pada minggu-minggu pertama puasa asupan kalori biasanya menurun, sehingga banyak orang yang berhasil menurunkan berat badannya. Akan tetapi, perlu disadari bahwa asupan kalori kemudian meningkat secara bertahap bahkan satu minggu setelah hari raya lebaran. Itulah sebabnya sangat baik untuk menjaga agar ibadah ramadhan terpelihara dengan puasa sunah selanjutnya, misalnya dengan puasa syawal. Dengan niat yang baik diikuti pengelolaan asupan gizi yang baik pula Insyaallah kita akan bersemangat menjalankan ibadah nan agung ini. Selamat berpuasa.
MENKES DUKUNG FATWA MUI TENTANG ROKOK
Meski fatwa haram merokok mendapat kecaman, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat fatwa itu. Sebab, selama ini rokok lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Menkes menambahkan, selama ini rokok bisa mengganggu kesehatan tubuh manusia. Bahkan, dalam semua bungkus rokok tercantum peringatan tentang bahaya merokok. Antara lain merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Jadi jelas, merokok sangat merugikan kesehatan.
Terkait dampat akibat fatwa haram rokok yang bisa merugikan petani tembakau dan cengkeh, Fadilah mengatakan hal tersebut bukan kewenangannya. Dia hanya menegaskan rokok sangat merugikan kesehatan.
IDI JUGA DUKUNG FATWA MUI
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fahmi Idris, menyatakan dukungannya terhadap usulan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang fatwa diharamkannya rokok.
Fahmi mengaku, sudah sejak lama IDI melakukan upaya-upaya untuk kampanye anti rokok ini. Termasuk usulannya kepada MUI terkait fatwa itu. Langkah-langkah kongkrit yang dilakukan, sambung Fahmi, antara lain menginisiasi Komisi Nasional (komnas) anti rokok.
NAMRU, TROJAN IMPERIALISME
Kontroversi Namru-2 (United States’ Naval Medical Research Unit 2) tampaknya tidak terselesaikan dalam bingkai kepentingan terbaik bangsa Indonesia. Perkembangan mutakhir menunjukkan adanya pergeseran fokus persoalan secara sistematis dan upaya mengembangkan konflik antarpejabat Indonesia, bahkan terkesan menyudutkan Menkes Siti Fadilah Supari.
Analisis konteks strategis menunjukkan fokus persoalan digeser walaupun ini bukan kekeliruan sepenuhnya AS dan para pembelanya. Sejak awal kontroversi Namru berada dalam framing (area pembahasan, konteks, dan struktur) yang sekalipun mengandung kebenaran, tidak sepenuhnya tepat.
Wacana yang diangkat adalah Namru tidak membawa manfaat apa-apa bagi tujuan pembangunan kesehatan Indonesia, terutama pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Namru juga dituding menjalankan operasi intelijen. Apalagi, kegiatannya cenderung tertutup, termasuk bagi pejabat Dephan dan Depkes RI.
Namru juga dipersoalkan karena tenaga penelitinya memiliki kekebalan diplomatik sehingga bisa memasuki areal mana pun di Indonesia tanpa hambatan. Namru pun tidak menerima draf MoU baru dari Indonesia, dan tetap beroperasi meski sejak era reformasi direkomendasikan Pemerintah RI untuk dihentikan.
Belakangan muncul ide membentuk pansus Namru. Namun, sebagian latar belakang pengusul adalah tudingan kemungkinan persaingan bisnis antara Depkes dan Namru. Menkes pun dituduh mengalihkan persoalan rendahnya kinerja pembangunan sektor kesehatan dengan mengangkat isu Namru.
Terlepas dari motifnya, ini dapat dimanfaatkan untuk memecah belah antarpejabat RI. Dari semua framing tersebut, tudingan Namru menjalankan operasi intelijen yang paling ramai disorot. Barangkali, karena sinyalemen itu disampaikan oleh aktivis Muslim yang memiliki rekam jejak dalam advokasi hukum dan umat Islam serta tidak dibantah oleh Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.
Pembingkaian Namru sebagai intelijen bahkan memunculkan polemik bahwa seorang pejabat di sekitar presiden adalah agen intelijen AS. Namun, sekalipun substansinya mungkin benar, bagaimana pun menggugat Namru karena menjalankan operasi intelijen adalah suatu kekeliruan.
AS menjadi terlalu mudah membantahnya. AS menolaknya dengan menyatakan riset mereka diketahui Pemerintah RI dan disampaikan kepada WHO. Bahkan, AS merespons permintaan Menhan RI agar dokter TNI AL ikut dalam Namru.
Pertanyaannya, jika Namru beroperasi terbuka dan mengikutsertakan personel TNI AL, apakah itu berarti Namru boleh berada di sini? Begitu pula jika Namru membagi hasil risetnya kepada Depkes RI.
Menyorot Namru karena penelitinya yang berpaspor diplomatik bisa melakukan apa pun di luar misi diplomatik bukanlah strategi terbaik. Tudingan tersebut dan upaya mengaitkannya dengan agen-agen AS memang bisa membangun kesadaran politik dan ketahanan sebagai bangsa.
Namun, itu juga menggeser kita dan perhatian publik dari penyebab utama. Namru harus dideterminasi berikut segala perakadan dengannya. Di atas semuanya, Namru is permanent military base. Namru adalah aset Angkatan Laut AS yang terletak di tengah kota sipil.
Persoalan Namru melampaui problematika kapal induk AS yang sering hilir mudik di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), insiden F-18 Hornets beberapa tahun lalu, atau persoalan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA) dengan Singapura serta Australia yang bisa mengundang pihak ketiga, seperti AS dan Israel. Sebagaimana bisa ditelusuri pada situs resmi mereka, Namru berada di bawah lembaga Naval Medical Research Center (NAMRC) dan Global Emerging Infections Surveillance and Response System (GEIS).
Semuanya di bawah kendali Departemen Pertahanan AS. Namun, Namru tetap berkoordinasi dengan Depkes AS. Tujuan, visi, dan misinya juga jelas. AS tidak pernah menutup-nutupinya.
AS hanya tidak mengatakan semuanya tentang Namru ketika Dubes Cameron Hume dan komandan Namru Trevor Jones mengadakan konferensi pers 24 April silam. Namru 2 untuk memperkuat persiapan, surveillance, dan sistem tanggap terhadap penyakit menular bagi personel militer AS dan keluarganya di kawasan tropis Asia Pasifik.
Namru juga untuk meningkatkan kesiapan medis mereka, sekaligus menurunkan risiko bagi ketahanan nasional AS. Namru berguna mencegah penyakit menular bagi tentara AS yang berada di kawasan tropis Asia Pasifik.
Bahkan, dalam situs Dephan AS (DoD GEIS) ditegaskan pula bahwa Namru-2 also participates in a number of US military exercises such as Cobra Gold, Tandem Thrust and CARAT Cruise (Namru 2 juga berpartisipasi dalam sejumlah latihan militer AS, seperti Cobra Gold, Tandem Thrust dan CARAT Cruise). Ironisnya, dalam beberapa latihan tersebut, personel TNI tidak dilibatkan.
Maka, tidak perlu operasi kontraintelijen atau memasang personel TNI untuk memahami Namru. Sejak awal berdiri dan hingga kini Namru 99,9 persen untuk kepentingan kehadiran dan hegemoni militer AS di Asia Pasifik.
Signifikansi Namru adalah karena AS mengharuskan dirinya memasuki dan menguasai negeri dan tanah air bangsa-bangsa lain. AS menjalankan imperialisme dan kolonialisme yang ditopang oleh kekuatan politik, ekonomi, militer, dan semua aspek kehidupan lainnya. Ini untuk menjaga sistem dan pilar-pilar kapitalismenya, termasuk pengurasan sumber daya alam di kawasan Asia Pasifik.
Dalam konteks ini, Namru laksana trojan. Namru adalah kuda troya untuk menembus benteng. Namun, itu juga berarti seperti virus komputer yang bila berada dalam sistem komputer, walaupun tidak bekerja, kehadirannya adalah sinyal masalah besar.
Oleh karena itu, selama AS merasa tentaranya harus menguasai kawasan Asia Pasifik, selama itu pula laboratorium militer seperti Namru akan dipertahankan. Pada satu sisi, itu penting untuk memperkuat sistem pertahanan personelnya dari beragam penyakit menular dan pada sisi lain itu bisa menjadi strategi deterrence (menakut-nakuti lawan) karena potensi penyebaran serangan biologis dan kimiawi ke tengah-tengah penduduk Jakarta dan sekitarnya dalam waktu singkat.
Menyimak konteks strategis tersebut, jelas persoalan Namru perlu diselesaikan dengan strategi khusus yang melibatkan kesatuan sikap pemerintah dan seluruh komponen bangsa. Semua pihak perlu meyakinkan AS bahwa imperialisme mereka harus diakhiri untuk mencegah AS hancur secara politik, ekonomi, dan fisik. Paling tidak, ada empat persoalan besar imperialisme militer AS.
Pertama, kegagalan misi militer AS dan sekutunya di Irak, Afghanistan, Somalia dan lain-lain. Kedua, defisit ganda dari APBN dan neraca transaksi berjalan AS yang meremukkan kemampuan mereka mencegah resesi ekonomi.
Ketiga, AS gagal memenangkan peperangan di hati dan pikiran umat Islam, seperti disebut dalam laporan Defense Science Board (Reuters, 25 November 2004). Lembaga itu adalah kelompok staf ahli Dephan AS.
Keempat, ancaman runtuhnya kepercayaan publik AS terhadap para perwira militer yang terjun ke dalam aktivitas politik (American Forces Press Service, 28 April 2008 dalam situs Dephan AS). Namun, jika AS bersikeras maka strategi membuka aliansi strategis dengan kekuatan lain patut dipertimbangkan.
Apalagi, negara seperti RRC telah sangat dirugikan karena seakan-akan menjadi pusat penyebaran wabah semacam SARS (severe acute respiratory syndrome) dan flu burung. Lebih dari itu, inilah ujian sesungguhnya bagi pemerintah dan bangsa Indonesia bahwa kita memang telah bangkit sebagai bangsa yang sederajat dengan bangsa-bangsa lain dan hanya takut kepada Allah SWT.
Tulisan Fahmi AP Pane (Staf Ahli Fraksi PPP DPR RI) disitasi dari Republika
Leave a Comments
Comments(2)
Comments(3)



